Pemdes Sukamelang Bantah Isu Pungli Banpang, Warga dan Bulog Beri Klarifikasi

Pemdes Sukamelang Bantah Isu Pungli Banpang, Warga dan Bulog Beri Klarifikasi

BANTAH. Pemdes Sukamelang bersama warga dan Bulog Indramayu berikan tanggapan terkait isu pungutan bantuan pangan. FOTO: ISTIMEWA--

INDRAMAYU - Isu pungutan liar (pungli) dalam pendistribusian bantuan pangan (banpang) yang beredar masif dibantah Pemdes Sukamelang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Warga setempat dan pihak Bulog pun memberikan klarifikasi atas isu tersebut.

Kuwu Desa Sukamelang, Masduki, menegaskan bahwa selama proses penyaluran banpang berupa beras dan minyak goreng, tidak pernah ada pungutan dalam bentuk apa pun kepada masyarakat Penerima Bantuan Pangan (PBP) di desa tersebut.

Ia sangat menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai tidak sesuai fakta dan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Kami dari pihak desa membantah adanya pemberitaan dari salah satu media online terkait pungutan liar. Kami tegaskan tidak ada pungutan liar saat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat," ungkap Masduki, Selasa (30/12/2025).

Nur Fatima, warga Blok Bogor, Desa Sukamelang, turut memberikan klarifikasi terkait isu pungutan sebesar Rp20 ribu yang sempat beredar. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Kepala Desa Sukamelang atas pemberitaan yang beredar, dan itu menurut saya tidak benar adanya," ucap dia.

Pimpinan Bulog Cabang Indramayu, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa segala bentuk pungutan dalam penyaluran bantuan pangan tidak dibenarkan dan melanggar ketentuan yang berlaku. "Apapun bentuk pungutan saat pembagian bantuan pangan itu tidak dibenarkan. Sekali lagi kami tegaskan, tidak ada pungutan," kata dia.

Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah desa, warga, serta Bulog, diharapkan masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (tar)

 

Sumber: