Website PPID Bukan Sekadar Formalitas, tetapi Wajah Transparansi Perguruan Tinggi di Era Digital
Humas UINSSC, Mohamad Arifin ungkap Website PPID Bukan Sekadar Formalitas, tetapi Wajah Transparansi Perguruan Tinggi di Era Digital-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-
Dukungan pimpinan universitas, sinergi antarunit kerja, koordinasi PPID fakultas dan pascasarjana, hingga konsistensi pembaruan data menjadi fondasi utama keberhasilan keterbukaan informasi publik di lingkungan perguruan tinggi.
Di lingkungan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, penguatan layanan PPID dilakukan melalui berbagai langkah strategis.
Dengan dukungan penuh pimpinan universitas, pengembangan pelayanan informasi terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Strategi tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek), workshop PPID, sinergi bersama Pustikom, hingga menghadirkan praktisi keterbukaan informasi publik dan narasumber dari Komisi Informasi Pusat.
Selain itu, transfer knowledge dilakukan secara cepat dan berkelanjutan kepada seluruh pengelola website PPID, mulai dari PPID Pelaksana Universitas, fakultas, pascasarjana, hingga seluruh unit kerja.
Langkah ini penting agar pengelolaan informasi publik tidak berjalan parsial, tetapi terintegrasi dalam satu ekosistem digital yang kuat dan berkelanjutan.
Digital Public Relations Menjadi Pilar Reputasi Perguruan Tinggi
Di era Cyber Islamic University, website PPID juga menjadi bagian penting dari strategi digital public relations.
Website tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan informasi, tetapi juga menjadi media strategis dalam membangun reputasi institusi, memperkuat kepercayaan publik, serta menghadirkan komunikasi dua arah yang humanis dan responsif.
Masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan informasi yang cepat, jelas, terbuka, dan mudah diakses.
Perguruan tinggi yang mampu menghadirkan keterbukaan informasi secara profesional akan lebih dipercaya publik dibanding institusi yang tertutup dan lamban dalam pelayanan informasi.
Karena itu, implementasi PPID harus dipandang sebagai investasi reputasi jangka panjang.
Semakin baik tata kelola informasi publik sebuah perguruan tinggi, maka semakin kuat pula citra kelembagaan yang dibangun di mata masyarakat.
Ke depan, penguatan website PPID di lingkungan PTKIN harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui inovasi digital, penguatan budaya pelayanan publik, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Keterbukaan informasi publik tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban regulatif semata, tetapi harus benar-benar tumbuh menjadi budaya institusi yang hidup dalam tata kelola perguruan tinggi modern.
Sumber: