Yamaha_detail

Ketua DKM At-Taqwa Mengaku Ditawari Maju Pilkada Kota Cirebon

Ketua DKM At-Taqwa Mengaku Ditawari Maju Pilkada  Kota Cirebon

TANGGAPI SANTAI. Ketua DKM At-Taqwa atau At-Taqwa Center Cirebon (ACC), Dr H Ahmad Yani MAg menanggapi santai wacana dirinya maju Pilkada Kota Cirebon 2024. FOTO: SUWANDI/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON -  Ketua DKM At-Taqwa atau At-Taqwa Center Cirebon (ACC), Dr H Ahmad Yani MAg menanggapi santai wacana dirinya maju Pilkada Kota Cirebon 2024.

Yani mengaku tak kaget. Pasalnya, sejak pilkada periode lalu pun telah mendapat 'tawaran' dari beberapa tokoh untuk berduet.

Namun statusnya sebagai ASN di Kementerian Agama dinilai jadi pertimbangan Yani. Pasalnya, jika terburu-buru mendaftar sebagai bakal calon walikota/wakil walikota, Yani harus melepas status pegawai negerinya.

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Pasal 7 Ayat (2) huruf t menyebutkan, calon gubernur dan calon wakil gubernur, calon bupati dan calon wakil bupati, serta calon walikota dan calon wakil walikota harus menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai TNI, Kepolisian, dan PNS atau kepala desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan.

"Ketika ditanya tentang harapan menjadi pemimpin Kota Cirebon pada masa yang akan datang, Kang Yani menjawab diplomatis. Bahwa untuk berkiprah di Cirebon tidak harus jadi walikota/wakil walikota. Dari pada Pilkada Kota Cirebon banyak kolega dan tokoh yang mendorong untuk maju dalam pilwalkot," kata Yani.

Dia mengatakan, bahkan telah ada yang mengajaknya menjadi tandem sebagai  pasangan calon walikota dan wakil walikota Cirebon. Begitupun, pada Pilkada Kota Cirebon 2024 mendatang, lamaran ke Yani juga bermunculan.

Banyak yang menganggap sosok Yani sebagai sosok potensial calon walikota/wakil walikota Cirebon dengan kematangan pengalamannya menjadi leader dan kiprahnya selama ini.

Yani merupakan akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Aktivis Sosial Keagamaan di Kota Cirebon. Pria kelahiran Majalengka, 47 tahun lalu itu jebolan Doktor Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Saat ini, Yani menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan jabatan akademik Lektor Kepala. Kiprahnya di Kota Cirebon diakui terutama dalam bidang Sosial Keagamaan.

Tercatat sejak 1995 lalu sebagai aktivis Remaja Masjid At-Taqwa hingga sampai saat ini didaulat jadi Ketua DKM Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon (At-Taqwa Centre).

Seiring dengan karir akademiknya,  Yani pun banyak berkiprah dalam bidang sosial keagamaan. Bahkan sebagai mitra pemerintahan. Antara lain pernah menjadi anggota Panwaslu Kota Cirebon (2008), pemandu debat cawalkot Cirebon (2013-2018), Sekretaris Pansel KPU (2013-2018), dan Pansel Capim Baznas (2016-2021 dan 2022-2027).

Kemudian menjadi Pengurus Baznas (2013-2016), Ketua Umum At-Taqwa Centre (2013-2018), dan Ketua Harian LPTQ Kota Cirebon (2016-sekarang), Wakil Ketua PD DMI (2018-sekarang), Pengurus PW DMI Jawa Barat (2017-sekarang).

Buah dari kiprahnya tersebut, Yani dinobatkan sebagai Tokoh Pemuda terbaik Bidang Keagamaan oleh Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH pada tahun 2018.

Di IAIN Cirebon, Yani sebagai pelopor bidang pengabdian kepada masyarakat dari mulai program-program pendampingan desa, KKN Tematik berbasis masjid, Posdaya, dan yang terakhir Pelopor KKN Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji di Kota Cirebon. (wan)

Sumber: