Dua RTH Bikin Penasaran Wakil Menteri LHK

Dua RTH Bikin Penasaran Wakil Menteri LHK

TANAM MATOA. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong menanam pohon Matoa saat mengunjungi Taman Taman Keanekaragaman Hayati di Kabupaten Indramayu.--

RAKYATCIREBON.ID, INDRAMAYU-Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, DR Alue Dohong dibikin penasaran dengan dua lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Indramayu. Yakni, Taman Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dan Taman Ekoriparian Tjimanoek.

Hal ini terungkap ketika, Alue datang mengunjungi dua lokasi RTH tersebut, Jumat (1/7). Dia didampingi, Direktur Pengendalian Pencemaran Air KLHK, CH Nety Widayati MT.

Bersamaan dengan itu, juga dilakukan peletakan batu pertama penataan Taman Ekoriparian Tjimanoek. 

Alue mengaku sangat tertarik dengan pemanfaatan lahan di wilayah kota yang dijadikan RTH tersebut. Terlebih lagi dapat dimanfaatkannya sebagai tempat wisata kota di Indramayu.

Menurutnya, selain sebagai lahan konservasi, penataan RTH Taman KEHATI dan Taman Ekoriparian Tjimanoek sekaligus menjadi wisata kota. 

Kedua RTH itu tidak saja sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air, tetapi sekaligus mempercantik wajah kota.

Sehingga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata yang bisa memberi nilai tambah.

"Konsepnya cukup komprehensif dan terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan penataan yang estetis, akan menjadi nyaman untuk tempat kunjungan atau wisata. Ini akan memberi nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat," ungkap Alue Dohong.

Sementara itu, Taman KEHATI dan Ekoriparian Tjimanoek kini menjadi dua RTH andalan wisata masyarakat yang terdapat di pusat kota Indramayu. 

Penataan dua RTH itu dilakukan PT Polytama Propindo, sebuah industri petrokimia yang lokasi pabriknya di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Sementara itu General Manager Corporate Secretary PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, pihaknya berupaya menata dua lokasi yang kini menjadi eduwisata, Taman KEHATI dan Ekoriparian Tjimanoek. 

Langkah ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

"Ini merupakan bagian dari konsep Polytama untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam memajukan daerah, serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar," pungkasnya. (tar)

Sumber: