Tangkal Hoax, FKMTHI Gandeng Mafindo

Ia juga menjelaskan, ada juga propaganda terkomputasi, yakni penggunaan algoritma, automasi, dan big data untuk membentuk atau mempengaruhi kehidupan publik.
RELATED:
Via Google Meet, Puluhan Mahasiswa HIMABSA Ikuti Kajian Jurnalistik
KKN-DR IAIN Cirebon : Mahasiswa Bangun Kreativitas dan Nilai-Nilai Keagamaan Anak di Masa Pandemi
Rektor IAIN Cirebon Secara Resmi Melepas 2.378 Peserta KKN-DR 2021
“Propaganda terkomputasi ini dibagi menjadi 2, Amplifikasi Narasi dan Serangan. Amplifikasi Narasi diantaranya penggunaan Bots, Buzzers, Influencers, Microtargeting, Media Manipulation, Hoax,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan Bots ini seakan sepele, akan tetapi sebenarnya ia sering kali dapat menaikkan suara masyarakat.
“Konflik besar di Indonesia dari zaman dulu bermula dari hoax, biasanya di Indonesia menggunakan isu SARA. Hoax itu dapat mempengaruhi emosi, hoax konflik menjadikan sasaran merasa diancam,” ujar Anita.
Saat pandemi ini, hoax yang berbau kesehatan sering kali dengan dibumbui unsur agama. Ketia ia merasa diancam, maka ia makin mudah dipengaruhi.
“Paling tidak terdapat 2 fenomena jika hoax itu menyerang. Yaitu matinya kepakaran dan munculnya teori konspirasi,” jelasnya.
Kecepatan penyebaran hoax sangat cepat, lanjut Anita, akan tetapi verifikasinya sangat lambat. \"Maka dari itu, saya mengajak mahasiswa Tafsir Hadis untuk memanfaatkan media yang sudah kami fasilitasi. Seperti situs turnbackhoax.id, fanspage Forum Anti Fitnah, dan aplikasi Hoax Buster Tools,\" tandasnya. (rls)
Sumber: