Wacana Provinsi Tatar Sunda Bikin Geger Masyarakat Jawa Barat, Bupati Cirebon: Jangan Diungkit-diungkit

Wacana Provinsi Tatar Sunda Bikin Geger Masyarakat Jawa Barat, Bupati Cirebon: Jangan Diungkit-diungkit

RAKYATCIREBON.ID-Sejumlah tokoh Sunda mengajukan pengembalian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Tatar Sunda. Usulan itu dituangkan di dalam Kongres Sunda yang digelar di Aula Rancage Perpustakaan Ajib Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung, Senin (12/10).

Hadir di dalam sejumlah tokoh Kesundaan seperti Memet H Hamdan, Maman Wangsaatmadja, Iwan Gunawan, Ridho Eisy, Dharmawan Harjakusumah (Acil Bimbo), Andri P Kantaprawira, Ganjar Kurnia (eks Rektor Unpad), Adji Esha Pangestu, dan sejumlah tokoh lainnya.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, secara santai menanggapi wacana dari sejumlah beberapa kelompok yang ingin mengusulkan Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

Imron menjelaskan, jika wacana Provinsi Sunda muncul ditengah pandemi seperti ini dinilainya kurang tepat. Pasalnya, atas munculnya wacana tersebut, akan membuat kegaduhan ditatanan masyarakat karena Jawa Barat tidak hanya terdiri dari sunda saja.

“Jangan diungkit-ungkit lagi lah soal ini, Jawa Barat sekarang sedang maju jadi gak usah lagi ada Provinsi Sunda,” ujar Imron, Minggu (18/10).

Ia juga mengaku mengetahui wacana ini sudah sejak lama, karena sebelumnya dirinya pernah sempat menjadi abdi negara Kota Bandung.

“Dulu waktu saya bertugas di Kota Bandung memang sempat mendengar ada beberapa orang dari segi budaya dan tradisi ingin sunda menjadi suatu daerah,” ungkapnya.

Dirinya menilai dengan munculnya wacana Provinsi Sunda sudah membuat geger masyarakat di Jawa Barat bahkan nasional. Oleh karena itu, saat ini menurutnya lebih baik gimana cara menyelesaikan pekerjaan yang belum terselesaikan terutama soal penanganan covid dan pemulihan perekonomian.

“Kalau terus-terusan dihembuskan soal Provinsi Sunda saya nilai akan ada kegaduhan di masyarakat, jadi sekarang yang harus dipikirkan itu soal penanganan Covid-19 dan pemulihan perekonomian agar masyarakat bisa kembali beraktifitas seperti semula,” pungkas Imron.(*)

Sumber: