Usai Wisuda, Peluang Sukses Lulusan UIN Siber Cirebon Terbuka Lebar

Usai Wisuda, Peluang Sukses Lulusan UIN Siber Cirebon Terbuka Lebar

WISUDA. Prosesi wisuda hari kedua UIN Siber Cirebon dipimpin langsung Rektor Prof Dr H Aan Jaelani MAg di Ballroom Apita Hotel Cirebon, Rabu (13/8). FOTO : SUWANDI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON - UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar wisuda sarjana, magister dan doktor hari kedua, Rabu (13/8) di Ballroom Apita Hotel Cirebon. Wisuda digelar bagi tiga fakultas dengan total 712 wisudawan. 

Lebih rinci, peserta wisuda terdiri dari 74 wisudawan Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). 

Kemudian dari fakultas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Isiam (FEBI) ada 403 wisudawan terdiri dari 86 wisudawan Program Studi Perbankan Syariah, 188 Wisudawan Program Studi Ekonomi Syariah, 137 Wisudawan Program Studi Akuntansi Syariah dan 12 Wisudawan Program Studi Pariwisata Syariah. 

Sedangkan dari Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) ada 234 wisudawan terdiri dari 64 wisudawan Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPU), 42 wisudawan Program Studi Aqidah dan Filsafat Isiam (AFI), 66 wisudawan Program Studi Ilmu Al-Our'an dan Tafsir (IAT), 20 wisudawan Program Studi Ilmu Hadis (ILHA), 35 wisudawan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dan 7 wisudawan Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi. 

Rektor UIN Siber Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg mengatakan, usai diwisuda para lulusan diharapkan bisa langsung memberi kontribusi pada masyarakat baik melalui dunia kerja, wirausaha maupun bidang lain sesuai keilmuan mereka.

Terlebih, bagi lulusan 2025 punya dua keuntungan yaitu berstatus sebagai lulusan UIN bukan IAIN yang secara branding lebih unggul. Di sisi lain, akreditasi kelembangaan UIN Siber Cirebon juga level atas yaitu 'Unggul'. 

"Ini menjadi bekal bagi adik-dik semua untuk bekerja menyongsong kehidupan di masa yang akan datang," terang Aan. 

Selain itu, Aan juga berpesan pada para wisudawan agar tidak berhenti menuntut ilmu. Sebab, ilmu merupakan bekal penting baik sebagai akademisi maupun praktisi di dunia kerja. 

"Ilmu itu dari asalnya dari tiga huruf yaitu 'ain, lam dan mim. 'Ain itu dimaknai sebagai 'iliyin. Artinya tempat yang tinggi atau kemulyaan. Dimana orang yang berilmu punya derajat yang tinggi," jelas Aan. 

Huruf kedua yaitu lam, lanjut Aan, yang dimaknai senagai lutf atau kelembutan. Bisa juga dimaknai sebagai soft skill, moral, komunikasi yang baik atau moderat. Orang yang berilmu, harus punya kemampuan tersebut. 

"Kemudin mim ini dari kata mulk yang artinya kepemimpinan. Orang yang berilmu harus punya jiwa kepemimpinan yang baik yang berdampak kemanfaatan bagi orang lain," jelas Aan.

Dekan FEBI, Dr H Didi Sukardi MH menambahkan, sebelum diwisuda para lulusan telah diberi bimbingan karir sehingga mereka bisa langsung menentukan langkah setelah lulus.

"Harapan kami lulusan FEBI ini bisa menjadi agen perubahan di masyarakat yang positif tentunya dan bisa berkontribusi berdasarkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin," kata dia. 

Sumber: