Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai dengan Komitmen Rp3 Miliar

Program Gentengisasi Jatiwangi Resmi Dimulai dengan Komitmen Rp3 Miliar

GENTENGISASI. Menteri PKP Maruarar Sirait melepas pengiriman genteng untuk program perumahan subsidi, di salah satu pabrik genteng di Pinangraja Kecamatan Jatiwangi, Rabu 11 Maret 2026 malam. --

RAKCER.DISWAY, MAJALENGKA - Sebuah babak baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor konstruksi resmi dimulai. Pemerintah secara resmi meluncurkan program Gentengisasi, sebuah inisiatif strategis yang digagas di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Program itu bertujuan untuk mengintegrasikan produk-produk lokal berkualitas ke dalam proyek pembangunan perumahan rakyat di seluruh Indonesia, yang diawali dari jantung industri genteng nasional yaitu Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

Momentum bersejarah itu ditandai dengan seremoni pelepasan 14 truk pengangkut genteng, di salah satu pabrik di Desa Pinangraja Kecamatan Jatiwangi, Rabu malam 11 Maret 2026. Pelepasan dipimpin langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

BACA JUGA:BREAKING NEWS! Kejari Majalengka Geledah Kantor KONI Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

Secara total, kegiatan ini mengumumkan pemesanan sebanyak 24 truk genteng dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp3 miliar, yang berasal dari sinergi anggaran pemerintah pusat, provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten Majalengka.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kebijakan "Gentengisasi" adalah pengejawantahan dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Visi besarnya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara untuk pembangunan fisik rumah rakyat harus mampu memberikan efek domino ekonomi bagi masyarakat lapisan bawah.

“Ini bukan sekadar membangun dinding dan atap. Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo di mana negara hadir untuk memastikan bahwa UMKM kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pembangunan perumahan rakyat harus menjadi mesin penggerak ekonomi bagi para pengrajin genteng kecil,” tegas menteri yang akrab disapa Bang Ara tersebut.

BACA JUGA:Video MBG Ubi Bakar Viral di Majalengka, SPPG Sebut Siswa Baru Mengambil Sebagian Menu

Dia juga memberikan catatan penting mengenai daya saing. Menteri PKP mendorong para pengusaha di Jatiwangi untuk tidak berpuas diri. Dia menekankan pentingnya standarisasi kualitas agar produk lokal mampu menembus pasar nasional secara konsisten.

Secara kualitas, produk harus mampu bersaing dengan material modern. Bang Ara juga mendorong pengrajin untuk segera memenuhi standar SNI.

"Program ini diharapkan menjadi model yang akan diduplikasi di sentra-sentra UMKM lainnya di seluruh Indonesia," ujar Bang Ara.

Program tersebut merupakan awal dari rencana perbaikan 250 unit rumah oleh Pemprov Jawa Barat dengan estimasi Rp500 juta, perbaikan 1.715 rumah senilai Rp1,5 miliar oleh Pemkab dengan nilai Rp1,5 miliar, dan stimulan untuk 900 rumah pemerintah pusat senilai Rp1 miliar. Total mencapai 2.865 unit rumah dengan anggaran Rp3 miliar.

BACA JUGA:Khusus Member Hemat 33%! Promo Katalog Terbaru Alfamart Periode Sampai 15 Maret 2025, Hello Panda Rp 8.800

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman menyatakan bahwa pada tahap awal ini, pihak provinsi akan memprioritaskan penggunaan genteng Jatiwangi untuk program renovasi rumah, dengan asumsi kebutuhan sekitar Rp2 juta per unit.

Senada dengan itu, Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM mengonfirmasi bahwa ribuan unit rumah tidak layak huni (rutilahu) di wilayahnya akan sepenuhnya menggunakan produk lokal untuk mendukung pengusaha daerah.

Program tersebut juga mendapat suntikan semangat dari sektor swasta. Dua pengembang rumah subsidi yang sempat viral karena dedikasinya, Angga dan Wawan, turut ambil bagian. Sebagai bentuk dukungan nyata, mereka memesan masing-masing empat truk genteng Jatiwangi untuk proyek perumahan di Bogor dan Serang.

Sebagai tambahan, Menteri PKP Maruarar Sirait secara pribadi menyatakan komitmennya untuk memesan 10 truk genteng. Pesanan khusus ini akan dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan rumah para prajurit TNI sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kedaulatan negara.

BACA JUGA:Penumpang Pilih Mudik Lebih Awal, Harga Tiket Bus Diprediksi Naik Jelang Lebaran di Terminal Harjamukti

Bagi para pelaku usaha di Jatiwangi, program ini adalah "angin segar" yang telah lama dinantikan. Riswan, salah satu pengusaha genteng setempat, mengungkapkan bahwa industri genteng tradisional sempat mengalami kelesuan dalam beberapa tahun terakhir akibat gempuran material atap modern.

“Dukungan pemerintah lewat program Gentengisasi ini membuat tungku pembakaran kami kembali mengepul. Ini bukan hanya soal pesanan, tapi soal semangat baru bahwa produk kami masih dihargai dan dibutuhkan oleh negara. Kami berharap Jatiwangi bisa kembali berjaya dan memasok genteng ke seluruh pelosok nusantara,” pungkas Riswan. *

Sumber:

Berita Terkait