Kerugian Akibat Demonstrasi di Kabupaten Cirebon Masih Dihitung

Kerugian Akibat Demonstrasi di Kabupaten Cirebon Masih Dihitung

TERPASANG. Area Alun-alun Pataraksa langsung dipasang Satpol PP line pasca terjadinya insiden perusakan fasilitas umum saat demonstrasi Ojol, Sabtu (30/8). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kerugian akibat kericuhan demonstrasi di Kabupaten Cirebon Sabtu kemarin (30/8), masih dihitung. Proses pendataan dan inventarisasinya belum selesai.

Pasalnya, demonstrasi yang dilakukan ojek online (Ojol), mahasiswa dan unsur masyarakat lainnya kemarin, berujung pada perusakan dan penjarahan sejumlah aset pemerintah daerah. 

Gedung DPRD Kabupaten Cirebon menjadi pusat amukan massa. Dibakar, dijarah dan dihancurkan. Sejumlah fasilitas lainnya seperti aset Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun tak luput dari sasaran.

Hal itu, disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala SSos MSi, Senin (1/9). Kata Hendra dampak dari aksi tersebut tidak hanya dirasakan oleh Gedung DPRD. Perusakan juga menyasar sejumlah aset lainnya.

"Pada prinsipnya kami sedang menginventarisir berapa barang yang hilang, berapa yang rusak, dan gedung mana saja yang mengalami kerusakan. Nantinya, Inspektorat yang akan menghitung total kerugiannya," ujar Hendra Nirmala.

Terkait sumber anggaran untuk menutupi kerugian tersebut, Kang Hendra--sapaan untuknya mengaku belum dapat memastikan. Termasuk kemungkinan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Kita lihat dulu, apakah ada sisa anggaran dari DPRD yang bisa digeser. Tapi kami masih menunggu nilai kerugiannya. Kalau dari BTT, belum tentu mencukupi, karena dampaknya tidak hanya ke gedung dewan saja, tapi juga ke beberapa aset dinas," jelasnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto SH MH menyebut salah satu aset milik Diskominfo yang mengalami kerusakan parah adalah Megatron yang terpasang di Taman PKK. Perangkat tersebut kini dalam kondisi hancur total dan tidak bisa diperbaiki.

“Tim kami masih turun ke lapangan untuk mengecek kemungkinan adanya aset Diskominfo lain yang turut terdampak. Soal nilai kerugian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendata kerusakan sejumlah fasilitas publik, seperti lampu taman, pot bunga di sepanjang jalan Pemkab, serta kerusakan di Taman Pataraksa.

"Bangunan kaca di galeri Taman Pataraksa hancur total, bahkan rumput sintetis nya juga dijarah. Jumlah lampu dan pot bunga yang rusak cukup banyak, tapi belum ada angka pasti," ungkap Dede.

Sebagai informasi, kerusuhan demonstrasi akhir pekan kemarin, ternyata tidak hanya merusak Gedung DPRD saja. Taman Pataraksa pun tidak luput dari amukan. Pagar besi diarea Pataraksa raib. Kaca galeri Pataraksa dihancurkan. Pol PP line pun langsung dipasang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD Kabupaten Cirebon juga masih melakukan perhitungan intensif atas kerugian yang ditimbulkan. Sekretaris DPRD (Sekwan) belum memberikan keterangan resmi, termasuk soal upaya pemulihan data yang hilang akibat insiden tersebut.

Pemkab Cirebon memastikan akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk menyelesaikan proses inventarisasi, sekaligus menentukan langkah lanjutan guna memulihkan kerusakan yang terjadi. (zen)

Sumber: