Petugas Damkar Evakuasi Burung Hantu Tersangkut Benang Layangan di Pohon
Delapan personel Damkar Kota Cirebon mengevakuasi seekor burung yang tersangkut benang layangan diatas pohon, Rabu (03/09). FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Cirebon mengevakuasi seekor burung hantu diatas pohon yang berlokasi di jalan Perjuangan, Rabu (03/09) pagi.
Evakuasi berawal saat Rabu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, petugas menerima laporan dari warga bernama Faizal, yang mendatangi kantor Damkar.
Kepa petugas, Faizal melaporkan bahwa ada seekor burung hantu yang tersangkut benang layangan diatas pohon.
BACA JUGA:Kepala DKUKMPP Jadi Plt Dewas PD Pasar, Diberi Tugas Khusus oleh Walikota
"Saya langsung inget Damkar, saya langsung aja ke kantornya," ungkap Faizal.
Setelah menerima laporan dari Faizal, petugas kemudian mempersiapkan peralatan untuk melakukan tindakan evakuasi dan langsung meluncur ke TKP, yang tepat berada di seberang kampus Universitas IsIam Negeri Siber Syekhnurjati Cirebon (UIN-SSC) tersebut.
Sedikit nya delapan orang personel pun diturunkan untuk mengevakuasi seekor burung hantu yang tersangkut benang layangan diatas pohon secara hati-hati.
BACA JUGA:Jabatan Dirut Habis, PD Pasar Berjalan Tanpa Satupun Direksi
Operasi penyelamatan pun berjalan dengan aman dan lancar, dimana sekitar pukul 08.50 WIB, petugas Damkar sudah berhasil melakukan evakuasi dengan durasi penanganan sekitar 20 menit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Adam Nuridin melalui Kabid Pemberdayaan Masyarakat, Investigasi dan Pertolongan, Fendy Djunaedi, SE mengungkapkan, peristiwa ini termasuk kategori penyelamatan non-kebakaran dengan sub-jenis animal rescue.
"Mako menerima laporan langsung dari warga sekitar pukul 08.00 WIB. Kita langsung menuju TKP," ungkap Fendy.
BACA JUGA:Satu Persatu Barang Jarahan dari Kantor DPRD Kabupaten Cirebon Dikembalikan
Tiba di lokasi, petugad langsung melakukan upaya penyelamatan, dengan menggunakan metode pemutusan benang dengan bambu yang ujungnya dipasangi arit.
"Proses evakuasi dilakukan dengan metode pemutusan benang menggunakan bambu dan arit. Petugas harus berhati-hati karena posisi burung berada di ketinggian 15 meter. Alhamdulillah status objek terevakuasi," kata Fendy.
Sumber: