BRT Trans Cirebon Stop Beroperasi, APBD 2026 Tak Cukup Membiayai, PJ Sekda: Kita Kaji dalam Waktu Dekat
BERHENTI. Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon terpaksa berhenti beroperasi untuk sementara, sampai waktu yang tidak ditentukan, dengan alasan anggaran.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Suara mesin yang biasanya mengiringi aktivitas pagi di sejumlah koridor Kota Cirebon, kini menghilang. Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon, moda transportasi yang selama ini menjadi sandaran ribuan warga, resmi menghentikan operasionalnya sementara waktu.
Informasi bahwa operasional BRT Trans Cirebon berhenti sementara itu, diamini Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Andi Armawan. Ia menjelaskan, keputusan ini diambil karena kondisi keuangan daerah pada tahun anggaran 2026 belum memungkinkan untuk mendukung operasional BRT secara optimal.
"Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026, kondisi keuangan belum memungkinkan, sehingga operasional BRT Trans Cirebon harus ditunda sementara mulai 1 Januari 2026," ujar Andi saat dikonfirmasi, kemarin.
Meski demikian, Andi menegaskan penghentian ini bersifat sementara. Pemerintah daerah berharap layanan transportasi masal tersebut dapat diaktifkan kembali ke depannya, dengan skema atau model pengelolaan yang berbeda, tanpa membebani kondisi keuangan daerah.
"Harapan kami, BRT tetap bisa menjadi moda transportasi masal, namun dengan pola lain yang lebih sesuai dengan kemampuan anggaran," ucapnya.
Andi juga mengungkapkan kebutuhan subsidi operasional BRT Trans Cirebon mencapai sekitar Rp1,5 miliar per tahun. Selama ini, pengelolaannya berada di bawah PD Pembangunan. Namun, dengan keterbatasan anggaran, operasional BRT untuk sementara harus dihentikan.
"Atas nama Dinas Perhubungan, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Cirebon, khususnya para pengguna BRT Trans Cirebon," katanya.
Ia pun berharap, dalam beberapa bulan ke depan, layanan BRT Trans Cirebon dapat kembali beroperasi dengan skema baru.
"Insya Allah, secepatnya BRT ini bisa kembali melayani masyarakat dengan model berbeda," terangnya.
Terpisah, Pj Sekda Kota Cirebon, Sumantho saat ditemui Rakyat Cirebon, membenarkan bahwa alasan utama pemberhentian sementara BRT Trans Cirebon ini, karena subsidi yang terlalu besar. Sehingga, APBD 2026 yang sangat terbatas tidak cukup untuk memberikan subsidi.
"Betul, memang di APBD 2026 dengan berbagai keterbatasan fiskal yang kita miliki, saya memohonkan maaf kepada masyarakat yang masih setia menggunakan BRT. Karena memang pengelolaan BRT itu tidak sedikit yang kita berikan subsidinya. Kita besar, sehingga kita dengan pengelolaan subsidi yang besar, kita belum mampu fiskalnya ke arah sana, kita hentikan dulu," ungkapnya saat ditemui di ruangannya.
Ke depan, untuk mengetahui berapa jumlah subsidi yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Cirebon untuk BRT Trans Cirebon ini, kata Sumantho, semua akan dikaji dalam waktu dekat. "Kalau besarannya, sebetulnya nanti tergantung daripada kajian," ucapnya.
Ia juga menyebutkan yang akan menjadi kajian Pemerintah Kota Cirebon untuk transportasi satu ini. Pertama, sebetulnya masyarakat yang masih membutuhkan BRT itu atau transportasi publik umum yang dimiliki oleh Pemerintah Kota itu wilayah mana saja.
Kedua, rute mana yang dikendaki oleh masyarakat. Mungkin kita melihat, makanya perlu kajian, rute yang sekarang apakah diterima oleh masyarakat?
Ketiga, berapa jumlah penumpang BRT yang sekarang dengan rute yang sekarang tersedia. Keempat, berapa pengembang yang ada, sehingga berapa subsidi yang pemda keluarkan nantinya. (its)
Sumber: