Cirebon Girang Bersholawat: Generasi Muda Agen Kebangkitan Spiritual Desa
SAMBUTAN. Kuwu Desa Cirebon Girang Muh Uto Hafid saat menyampaikan sambutan pada saat Maulid Nabi Cirebon Girang Bershalawat, kemarin. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kegiatan Cirebon Girang Bersholawat yang digelar Jumat malam (26/9), bukan sekadar peringatan Maulid Nabi. Di balik lantunan sholawat dan khidmatnya malam penuh berkah itu, terselip pesan penting.
Yakni membangkitkan peran generasi muda sebagai agen kebangkitan spiritual desa. Ya, kebangkitan desa bukan hanya dimulai dari pembangunan fisik. Tapi juga dari kebangkitan nilai spiritual, dan generasi mudalah yang akan menjadi pendorong utamanya.
Hal itu, disampaikan Kuwu Desa Cirebon Girang, Muh Uto Hapid. Kata dia, momentum Cirebon Girang Bersholawat komitmennya untuk menjadikan anak muda sebagai pilar utama dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
BACA JUGA:Warga RW 2 Kanggraksan Bersihkan Kali Silayar Guna Antisipasi Banjir Musim Hujan
Di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan moral, desa ingin memastikan bahwa generasi penerus tidak kehilangan arah dan akar nilai-nilai Islam.
“Anak-anak muda harus berada di garis depan. Kita dorong mereka bukan hanya menjadi peserta, tapi penggerak kegiatan keagamaan yang memperkuat spiritualitas desa,” ujarnya.
BACA JUGA:DKPP dan Disperdagin Bantah Beras Oplosan Beredar Di Pasaran
Kegiatan yang dihadiri ribuan warga ini menghadirkan mubaligh muda inspiratif, Gus Ihya dan Ustadz Ahmad Khoirul Muna. Gaya ceramahnya membumi dan dekat dengan dunia anak muda.
Kehadiran mereka menjadi bentuk pendekatan baru, bahwa dakwah harus disampaikan dengan cara yang relevan dan kontekstual dengan jiwa zaman.
“Cirebon Girang Bersholawat adalah langkah awal membangun ekosistem keagamaan yang hidup, menyenangkan, dan membentuk karakter. Dan itu harus dimulai dari generasi mudanya,” imbuhnya.
BACA JUGA:Sport Center Watubelah Akan Dijadikan Sekretariat KONI Kabupaten Cirebon
Pemerintah desa melihat bahwa spiritualitas bukan hanya soal ibadah. Tetapi juga pembentukan karakter, moral, kepemimpinan, dan etika sosial. Dengan terlibat aktif dalam kegiatan seperti ini, pemuda desa diarahkan untuk tidak hanya menjadi penonton perubahan.
Tetapi pelaku utama dalam membangun peradaban desa yang berakhlak. “Kita ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya kekuatan hati dan nilai," katanya.
"Keteladanan Nabi Muhammad SAW harus mereka bawa dalam setiap aspek hidup, mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan,” tukasnya. (zen)
Sumber: