Sophi: HSN Motivasi untuk Berkarya dan Berkontribusi Bagi Bangsa
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia saat memberikan pesan dihadapan santri Pesantren Buntet dalam pelaksanaan HSN, kemarin. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Hari Santri Nasional (HSN) hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Pesan itu, disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH.
“Hari Santri Nasional (HSN) jangan hanya menjadi ajang seremonial tahunan. Ini adalah momentum refleksi bagi kita semua bahwa para santri adalah harapan masa depan," katanya dihadapan ribuan santri Pesantren Buntet, kemarin.
BACA JUGA:Peringati HSN, Siti Farida bareng PKB Bagi-bagi Hadiah untuk Santri
"Siapa tahu, di antara mereka ada calon pemimpin bangsa, ulama besar, atau tokoh dunia yang lahir dari pesantren,” ujar Sophi.
Sophi menegaskan, santri memiliki peran penting dalam menjaga moralitas dan nilai-nilai kebangsaan. Ia mengajak para santri untuk terus menumbuhkan akhlak mulia, rasa cinta tanah air, serta semangat berprestasi.
BACA JUGA:Biaya Autopsi Ditanggung Pemkab, Bupati Majalengka Pastikan Negara Hadir untuk Warga
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tapi jangan lupa menjaga akhlak. Karena dari pesantren inilah lahir generasi yang bukan hanya pintar, tapi juga berkarakter, jujur, dan berjiwa nasionalis,” tambahnya.
Selain nilai spiritual, Sophi menyoroti pentingnya pendidikan lokal dan literasi digital di era modern. Ia mengungkapkan telah merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan agar muatan lokal tentang sejarah atau babad Cirebon dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah.
BACA JUGA:Tingggalkan Open Bidding, Pemkot Cirebon Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN
“Anak-anak kita perlu mengetahui sejarah daerahnya. Dari mana asalnya, bagaimana perjuangan para leluhur Cirebon membangun peradaban. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang bangga dengan identitasnya,” ujarnya.
Sophi juga menekankan pentingnya pembelajaran literasi digital agar generasi muda bijak menggunakan teknologi dan media sosial.
BACA JUGA:Memahami Roguelike dan Roguelite: Perbedaan Filosofi di Balik Kematian Permanen
“Teknologi ini seperti pisau bermata dua. Kalau digunakan dengan baik, bisa membawa manfaat luar biasa. Tapi kalau tanpa batasan, justru bisa merusak. Maka perlu pembelajaran tentang bagaimana bermedia sosial dengan bijak,” tuturnya.
BACA JUGA:DLH, Bau Menyengat dari TPAS Kubangdeleg Sudah Tertangani
Sebagai informasi, tema Hari Santri Nasional tahun 2025, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Pelaksanaan HSN di Pondok Pesantren Buntet diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, doa bersama. Penampilan kesenian islami dari para santri.
Sejumlah tokoh turut hadir. Termasuk tokoh nasional, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Choiri Fauzi. (zen)
Sumber: