Rekomendasi Power Station Portable Terbaik untuk Keadaan Darurat di Rumah
Rekomendasi Power Station Portable Terbaik untuk Keadaan Darurat di Rumah. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Bayangkan skenario ini: hujan deras turun sejak sore, petir menyambar, dan tiba-tiba seluruh rumah gelap gulita. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya momen mencari lilin. Tapi bagi kita yang bekerja dari rumah, atau yang memiliki anggota keluarga lansia yang butuh alat kesehatan listrik, mati lampu bukan sekadar perkara gelap-gelapan, ini adalah masalah produktivitas dan keselamatan.
Dulu, solusinya adalah genset bensin yang berisik dan berasap. Tapi sekarang, zamannya sudah berubah. Portable Power Station (PPS) hadir sebagai "baterai raksasa" yang bisa Anda taruh di dalam ruang tamu tanpa bau bensin dan tanpa suara bising. Alat ini adalah penyelamat saat jaringan listrik PLN lumpuh akibat banjir atau cuaca ekstrem.
Berikut adalah panduan memilih dan rekomendasi tipe power station yang paling pas untuk berjaga-jaga di rumah:
BACA JUGA:Cirebon Waspada! Inilah 7 Gadget Emergency yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana (EDC)
1. Kapasitas "Sweet Spot" (500Wh - 700Wh)
Untuk kebutuhan darurat standar, kapasitas di rentang ini adalah yang paling banyak dicari. Tidak terlalu berat untuk dijinjing, tapi dayanya cukup untuk menjaga router Wi-Fi tetap hidup, mengisi baterai ponsel seluruh anggota keluarga, dan menyalakan lampu LED. Jika Anda memilih merek seperti EcoFlow atau Bluetti di kelas ini, keunggulannya ada pada kecepatan pengisian dayanya yang sangat efisien, hanya butuh waktu singkat saat listrik kembali nyala sebelum padam lagi.
2. Monster Energi untuk Durasi Lama (1000Wh+)
Jika Anda tipe orang yang tidak mau kompromi soal kenyamanan, kapasitas 1000Wh ke atas adalah jawabannya. Dengan unit sebesar ini, Anda bisa menyalakan kipas angin, TV, hingga menjaga kulkas tetap dingin agar bahan makanan tidak busuk selama pemadaman listrik yang berjam-jam. Merek seperti Jackery sering menjadi andalan di kategori ini karena bodinya yang tangguh dan penggunaannya yang sangat simpel, tinggal colok seperti stopkontak biasa.
3. Pilih yang Menggunakan Baterai LiFePO4
Ini tips teknis yang paling penting: jangan hanya tergiur harga murah. Pastikan power station Anda menggunakan sel baterai LiFePO4. Kenapa? Karena baterai jenis ini jauh lebih stabil dan tidak mudah panas. Selain itu, umurnya jauh lebih panjang. Anda bisa memakainya ribuan kali selama bertahun-tahun tanpa penurunan performa yang drastis dibandingkan baterai lithium biasa yang lebih cepat "soak".
4. Kemampuan Mengisi Daya Lewat Matahari
Kekuatan sejati dari sebuah power station portable muncul ketika ia dipasangkan dengan panel surya (solar panel). Dalam kondisi darurat yang memutus akses jalanan, Anda tidak bisa keluar mencari bahan bakar. Tapi selama ada matahari, Anda punya listrik gratis. Pastikan unit yang Anda beli sudah punya soket input solar, sehingga saat siang hari, Anda bisa "menjemur" baterai ini untuk cadangan daya di malam harinya.
5. Keamanan Ekstra dengan Fitur UPS
Bagi Anda yang punya PC atau alat medis yang tidak boleh mati sedetik pun, carilah power station dengan fitur UPS (Uninterruptible Power Supply). Alat ini bertindak sebagai jembatan. Jadi, Anda colok alat medis ke power station, dan power station ke tembok. Saat listrik mati tiba-tiba, power station akan mengambil alih dalam waktu kurang dari 30 milidetik. Perangkat Anda tidak akan sempat mati atau rusak karena lonjakan daya.
Investasi pada portable power station mungkin terasa besar di awal, namun ketenangan pikiran yang didapat saat rumah tetap terang di tengah badai tidak bisa dinilai dengan uang. Sebelum membeli, coba hitung berapa watt lampu dan alat komunikasi Anda, lalu pilihlah kapasitas yang setidaknya 20% lebih besar dari kebutuhan tersebut sebagai cadangan.
Jadi, sudah siapkah rumah Anda menghadapi pemadaman listrik berikutnya tanpa perlu panik?(*)
Sumber: