Mengapa Radio AM/FM Lebih Penting daripada Smartphone Saat Terjadi Gempa?
Mengapa Radio AM/FM Lebih Penting daripada Smartphone Saat Terjadi Gempa?. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Kita hidup di zaman di mana segala jawaban seolah-olah ada di ujung jari lewat layar smartphone. Mulai dari pesan singkat hingga peta digital, semua kita andalkan dari benda kecil itu. Namun, mari kita jujur, seberapa sering ponsel Anda tiba-tiba kehilangan sinyal saat hujan lebat atau di keramaian?
Sekarang, bayangkan jika bumi berguncang hebat dan infrastruktur di sekitar kita lumpuh total. Di momen genting itu, smartphone yang kita puja sering kali berakhir menjadi beban di saku karena tak ada akses internet maupun daya.
Inilah alasan mengapa radio analog, benda yang mungkin dianggap "pajangan" oleh generasi sekarang, justru menjadi alat paling tangguh dan wajib ada saat gempa bumi melanda.
BACA JUGA:Cirebon Waspada! Inilah 7 Gadget Emergency yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana (EDC)
1. Jaringan Seluler yang Mudah "Tumbang"
Sistem kerja smartphone itu sangat manja karena bergantung pada menara BTS. Saat gempa besar terjadi, menara-menara ini bukan hanya berisiko roboh secara fisik, tapi juga sangat rentan mati total karena pasokan listriknya terputus.
Sebaliknya, pemancar radio AM/FM dibangun untuk jangkauan yang sangat luas. Satu pemancar besar di puncak bukit bisa menyebarkan informasi ke ribuan orang sekaligus tanpa peduli apakah tower di dekat rumah Anda masih berdiri atau tidak.
2. Bebas dari Drama "Jaringan Sibuk"
Ingat momen saat lebaran atau konser di mana kita sulit mengirim pesan karena saking banyaknya orang yang memakai jaringan di waktu bersamaan? Dalam kondisi bencana, fenomena network congestion atau penumpukan trafik ini pasti terjadi.
Jutaan orang akan mencoba menelepon keluarga mereka secara serentak, membuat jaringan seluler crash. Radio tidak mengenal istilah itu. Radio bersifat satu arah, sebanyak apa pun orang yang mendengarkan, kualitas siarannya tidak akan melambat atau "lemot".
BACA JUGA:5 Radio Solar dan Hand-Crank Terbaik untuk Pantau Informasi Saat Sinyal Hilang
3. Hemat Daya di Saat Listrik Mati Total
Masalah klasik smartphone adalah baterainya yang cepat habis, apalagi jika terus-menerus mencari sinyal yang hilang. Di area bencana, Anda tidak akan menemukan stopkontak yang menyala.
Radio analog didesain untuk bertahan hidup. Dengan dua butir baterai AA saja, sebuah radio kecil bisa menyala hingga berhari-hari. Bahkan saat ini banyak radio darurat yang bisa diisi dayanya hanya dengan memutar engkol manual atau menjemurnya di bawah matahari.
4. Filter Alami dari Serbuan Hoaks
Kekacauan pasca-gempa sering kali diperparah oleh penyebaran hoaks di grup WhatsApp atau media sosial. Kepanikan bisa meningkat hanya karena kabar burung yang tidak jelas sumbernya. Radio siaran publik, seperti RRI atau stasiun berita resmi, punya protokol ketat dalam menyampaikan informasi. Apa yang Anda dengar dari frekuensi radio biasanya adalah instruksi resmi dari pihak berwenang yang sudah terverifikasi, sehingga Anda bisa mengambil keputusan dengan lebih tenang.
5. Sinyal yang "Bandel" Menembus Penghalang
Secara teknis, gelombang radio terutama AM memiliki karakteristik unik karena bisa memantul di atmosfer dan menembus tembok beton tebal dengan lebih baik daripada sinyal seluler yang frekuensinya lebih tinggi. Jika Anda berada di lokasi yang terisolasi atau di balik reruntuhan, gelombang radio punya peluang lebih besar untuk sampai ke telinga Anda dibandingkan bar sinyal internet yang sulit sekali muncul.
Mengandalkan radio di tengah bencana bukan berarti kita kembali ke zaman batu. Ini adalah soal memilih alat yang paling "bandel" di saat teknologi canggih kita menyerah pada keadaan. Jadikan radio kecil sebagai penghuni tetap di Tas Siaga Bencana Anda. Karena pada akhirnya, informasi yang akurat adalah separuh dari keselamatan kita.
Sumber: