RW 11 Samadikun Utara Usulkan Pengadaan APAR di Pra Musbangkel Kesenden 2027
USULAN. Para Ketua RW yang berada di Wilayah Kelurahan Kesenden mengikuti Pra Musbangkel Kesenden tahun anggaran 2027.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Pemerintah Kelurahan Kesenden menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Pra Musbangkel) untuk Tahun Anggaran 2027.
Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kelurahan Kesenden, Senin (19/1) ini menjadi wadah penyerapan aspirasi warga yang sebelumnya telah dirumuskan melalui rembug warga di masing-masing RW.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua RW 11 Samadikun Utara, Rohman mengusulkan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di wilayahnya.
Usulan ini disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
"Dari RW saya untuk Musbangkel nanti mengusulkan alat pemadam untuk di wilayahnya agar warga selalu ada rasa kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan permukiman," ujarnya.
Lurah Kesenden, Ruliyanto menyampaikan, pelaksanaan Pra Musbangkel ini bertujuan untuk merekam dan menayangkan seluruh usulan hasil rembug warga agar mendapatkan tanggapan serta persetujuan dari para Ketua RW.
“Alhamdulillah hari ini kami dari pihak Kelurahan Kesenden melaksanakan kegiatan Pra Musbangkel untuk perencanaan tahun 2027. Usulan-usulan dari hasil rembug warga sudah kami rekam dan ditayangkan untuk mendapatkan respons dari para Ketua RW,” ujar Ruliyanto.
Selain itu, pihak kelurahan juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata terkait usulan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah situs sejarah di wilayah Kesenden.
Hal ini, kata Ruli, dimaksudkan agar situs-situs tersebut mendapat perhatian dari dinas terkait, baik dari sisi sejarah maupun pemeliharaannya.
“Di wilayah Kesenden terdapat beberapa situs, seperti situs di ki buyut Syawal, makam Nyi Senden atau Jangga weri, Jangga Sena, Jangga Wisa. Harapannya ke depan bisa ada usulan pelestarian situs sekaligus pengembangan pariwisata yang memiliki nilai sejarah,” katanya.
Dalam forum tersebut, mayoritas usulan warga masih didominasi oleh perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti perbaikan drainase dan pengaspalan jalan.
Namun demikian, Ruliyanto menegaskan, keterbatasan anggaran dan kewenangan kelurahan menjadi tantangan tersendiri, sehingga usulan-usulan tersebut akan dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait.
"Anggaran yang ada di Kelurahan sayangnya terbatas sehingga nanti usulan yang tidak bisa dicover sama kelurahan bisa dikordinasikan kembali ke dinas terkait," tegasnya.
Adapun beberapa usulan prioritas yang dinilai Ruli, memungkinkan untuk direalisasikan antara lain program Kampung Ketahanan Pangan melalui tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya intervensi penanganan stunting, serta pengadaan mesin potong rumput untuk menunjang kegiatan kerja bakti dan kebersihan lingkungan.
Sumber: