Musbangkel Kasepuhan Prioritaskan Drainase, Sampah, dan Antisipasi Banjir
Warga, Lurah Kasepuhan, Camat Lemahwungkuk, dan dinas terkait foto bersama usai gelar Musbangkel Kasepuhan.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Kelurahan Kasepuhan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) Kasepuhan dengan fokus utama pada permasalahan drainase, jalan lingkungan, dan pengelolaan sampah.
Lurah Kasepuhan, Denny Rochman menjelaskan, sebagian besar keluhan warga masih berkaitan dengan drainase atau saluran air yang tidak berfungsi optimal, terutama di wilayah pesisir yang kerap terdampak sedimentasi lumpur akibat banjir dan rob.
Selain itu, kondisi jalan lingkungan juga menjadi perhatian warga.
“Rata-rata keluhan warga memang masih soal drainase dan jalan. Ke depan, sesuai arahan Pak Wali Kota, prioritas program tetap kita fokuskan pada kebutuhan yang dirasakan banyak warga, terutama antisipasi banjir, kebersihan lingkungan, dan sampah,” jelasnya.
Dalam Musbangkel Kasepuhan tersebut, kata Denny, sejumlah usulan program mengemuka, di antaranya pengadaan gerobak sampah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, normalisasi saluran air, pembangunan dan perbaikan deker, serta kegiatan pendukung ekonomi warga.
"Bertahap, cuma untuk tahap awal pengadaan gerobak sampah dipastikan menjadi salah satu program yang akan direalisasikan, nanti sisanya akan kita coba ke dewan dan ke dinas terkait," katanya.
Terkait normalisasi saluran, Denny mengakui masih terdapat kendala di lapangan, khususnya saat saluran air melintasi akses warga yang memiliki jembatan penghubung ke rumah.
Proses pembongkaran jembatan kerap menimbulkan keberatan karena anggaran perbaikan jembatan belum selalu masuk dalam program.
“Makanya setiap ada normalisasi, kami selalu berkoordinasi dulu dengan warga agar tidak terjadi salah paham. Soal anggaran juga kita buat skala prioritas, menyesuaikan kemampuan dana kelurahan, pokok-pokok pikiran (pokir), maupun bantuan dari dinas terkait. Sebagian pekerjaan juga dilakukan secara swadaya melalui kerja bakti warga,” ungkapnya.
Dari sembilan RW di Kelurahan Kasepuhan, sekitar 10 usulan drainase masuk dalam Musbangkel Kasepuhan.
Namun tidak seluruhnya dapat dibiayai pada tahun ini dan akan diarahkan ke program lain atau diusulkan kembali pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Camat Lemahwungkuk, Adam Wallesa mengatakan hingga saat ini Musbangkel telah dilaksanakan di dua kelurahan, yakni Pegambiran dan Kasepuhan.
Menurutnya, persoalan banjir dan drainase masih menjadi isu utama di hampir seluruh kelurahan di Kecamatan Lemahwungkuk.
“Usulan kegiatan mayoritas berkaitan dengan perbaikan drainase agar aliran air lancar dan tidak terjadi genangan saat hujan deras. Selain itu, beberapa pintu air di aliran sungai besar kondisinya sudah rusak sehingga air mudah masuk ke pemukiman,” kata Adam.
Sumber: