Tingkat Pengangguran Terbuka 2026, Disnakertrans Targetkan Turun Dibawah 6,5 Persen
Kepala Bidang PTKIPK Disnakertrans Kuningan Yanto Crisdianto (tengah) pimpin rapat internal, targetkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka 2026.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mengakselerasi upaya penurunan angka pengangguran. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), target tendah ditetapkan, agar tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2026 mendatang bisa ditekan hingga berada di bawah 6,5%.
Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Sepanjang tahun 2025, tren pengangguran di Kabupaten Kuningan menunjukkan perbaikan signifikan. Angka pengangguran berhasil ditekan hingga berada di level 7,51 persen menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh di tahun berikutnya.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Informasi Pasar Kerja Disnakertrans Kuningan (PTKIPK), Yanto Crisdianto, mengatakan capaian tersebut akan terus dipacu melalui penguatan kebijakan penempatan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Kami berharap pada Agustus 2026 nanti angka pengangguran bisa turun di bawah enam koma lima persen. Ini membutuhkan kerja keras dan sinergi dari berbagai pihak,” ujar Yanto, Kamis (05/02).
Disnakertrans Kuningan menerapkan strategi dua jalur yang saling melengkapi. Pertama, memperluas kerja sama dengan sektor industri formal, terutama di kawasan industri luar daerah. Kedua, memperkuat skema tenaga kerja mandiri melalui pengembangan wirausaha baru.
Pada jalur industri, Disnakertrans aktif membuka akses rekrutmen dan pemagangan ke sejumlah kawasan industri strategis seperti Brebes, Majalengka, hingga wilayah Jabodetabek. Pola ini dinilai efektif menyerap tenaga kerja Kuningan di sektor manufaktur, otomotif, dan ritel modern.
Sementara pada jalur kedua, penguatan tenaga kerja mandiri diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pencari kerja pada sektor pabrikan. Melalui pembinaan UMKM, pemerintah mendorong lahirnya wirausaha baru yang tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja di lingkungannya sendiri.
Hingga saat ini, Disnakertrans Kuningan telah menjalin kemitraan dengan puluhan perusahaan besar. Di wilayah Kabupaten Brebes, kerja sama dilakukan dengan sejumlah perusahaan garmen dan sepatu seperti PT Tah Sung Hung, PT Daihan Global, PT Sumber Masanda Jaya, PT Sang Tuh Jyung Kaka, hingga PT Indokarya Gemilang.
Adapun di wilayah Jabodetabek, penyerapan tenaga kerja difokuskan pada sektor otomotif dan ritel modern melalui kemitraan dengan PT Toyota Motor Manufacturing, PT Astra Honda Motor, PT Suzuki, PT Yamaha Motor, PT Astra Daihatsu Motor, serta jaringan ritel nasional seperti PT Indomarco Prismatama dan PT Alfamidi Tbk.
Kinerja penempatan tenaga kerja sepanjang tahun 2025 menjadi pijakan optimisme menuju target 2026. Berdasarkan data Disnakertrans, jumlah pencari kerja terdaftar saat ini mencapai sepuluh ribu tujuh ratus lima belas orang, dengan total lowongan kerja tersedia sebanyak dua puluh satu ribu tujuh ratus sepuluh posisi.
“Realisasi penempatan tenaga kerja mencapai 15.257 orang yang berhasil bekerja di berbagai sektor,” ungkap Yanto.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari intensifikasi job fair, program pemagangan luar negeri, serta optimalisasi peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Kuningan.
Selain itu, program pembinaan UMKM pada tahun 2025 dinilai mulai menunjukkan dampak positif. Sejumlah usaha binaan mampu berkembang dan menyerap tenaga kerja baru di tingkat lokal.
“Kami optimistis, kombinasi perluasan jaringan industri dan penguatan wirausaha mandiri akan mempercepat penurunan angka pengangguran di Kuningan,” kata Yanto.
Sumber: