Optimalkan BIJB Kertajati, PT JMS dan Garuda Indonesia Siap Terbangkan Jamaah Umrah Mulai Juli 2026

Optimalkan BIJB Kertajati, PT JMS dan Garuda Indonesia Siap Terbangkan Jamaah Umrah Mulai Juli 2026

CARTER. Direktur Utama PT Jaho Mulya Sunjaya (JMS), Arifah Mulyani menjawab pertanyaan wartawan terkait rencana penerbangan umrah bersama Garuda Indonesia dari BIJB Kertajati.--

RAKCER.DISWAY, MAJALENGKA - Konektivitas internasional di Bandara Internasional Kertajati (BIJB) dipastikan bakal semakin bergairah pada pertengahan tahun ini.

PT Jaho Mulya Sunjaya (JMS), perusahaan penyedia layanan penerbangan carter (charter flight), secara resmi menyatakan kesiapannya untuk melayani penerbangan umrah langsung dari Kertajati menuju Jeddah dan Madinah.

Langkah berani ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung optimalisasi Bandara Kertajati sebagai gerbang utama udara di Jawa Barat.

BACA JUGA:Travel Fair Kertajati Airport 2026, Targetkan Penerbangan Umrah Satu Musim Penuh

Tidak main-main, PT Jaho Mulya Sunjaya telah menjalin kemitraan strategis dengan maskapai nasional, Garuda Indonesia, untuk merealisasikan rencana tersebut.

Direktur Utama PT JMS, Arifah Mulyani mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun rencana jangka panjang untuk beroperasi di Kertajati selama dua musim penuh.

Satu musim operasional sendiri mencakup durasi sepuluh bulan, yakni periode di antara musim haji.

“Target kami adalah menciptakan permintaan (demand) dari masyarakat. Selama dua musim ke depan, kami ingin membangun kebiasaan baru bagi warga Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat agar tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Arifah saat memberikan keterangan di lingkungan Bandara Kertajati.

BACA JUGA:BIJB Kertajati Masih Bergantung pada Penerbangan Haji dan Umrah

Arifah menyoroti persoalan klasik yang sering dihadapi jamaah asal Jawa Barat, yakni kemacetan parah menuju Tangerang yang berisiko menyebabkan keterlambatan jadwal penerbangan.

Dengan terbang dari Kertajati, jamaah diharapkan bisa lebih nyaman, efektif secara waktu, dan terhindar dari stres akibat kemacetan.

Berdasarkan perencanaan yang telah disusun, layanan ini akan mulai mengudara pada Juli 2026, tepat setelah musim haji usai. Pada tahap awal, PT JMS akan membuka frekuensi penerbangan satu kali dalam seminggu dengan durasi paket umrah selama sembilan hari.

“Untuk armada, kami akan menggunakan pesawat Airbus 330 yang memiliki kapasitas sekitar 330 kursi per penerbangan. Jika nanti permintaan sudah terbentuk dan stabil, kami sangat siap untuk menambah frekuensi menjadi dua atau tiga kali seminggu,” jelas wanita yang memimpin perusahaan yang bermarkas di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta ini.

BACA JUGA:Mitos Gerhana Matahari Cincin, Begini Penjelasannya.

Meski menyadari bahwa menghidupkan bandara baru memerlukan perjuangan ekstra, Arifah mengaku optimis.

Menurutnya, Jawa Barat merupakan kantong jamaah umrah terbesar di Indonesia, sehingga potensi pasarnya sangat menjanjikan.

Pihaknya juga telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Injourney Airport.

“Kami menyadari setiap perjuangan pasti ada tantangan dan pengorbanan di awal. Namun, melihat fasilitas bandara yang megah ini, akan sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan. Insyaallah, pengorbanan ini tidak akan sia-sia demi kemudahan jemaah kita,” tambahnya.

Terkait pemilihan Garuda Indonesia, Arifah menyebutkan bahwa maskapai plat merah tersebut saat ini adalah mitra yang paling ideal dan memiliki kesamaan visi untuk mengoptimalkan operasional di Kertajati.

BACA JUGA:Persib Bandung Menang 2-0 Melawan Malut United! Thom Haye dan Saddil Ramdani Cetak Gol

Meski demikian, dia tidak menutup kemungkinan untuk menggandeng maskapai lain di masa depan seiring dengan pertumbuhan ekosistem penerbangan di Majalengka.

Saat ini, PT JMS tengah memperkuat kolaborasi dengan berbagai agen perjalanan (travel agent) di wilayah Jawa Barat untuk menyusun program umrah yang menarik bagi masyarakat lokal, sekaligus memastikan bahwa seluruh aspek operasional mulai dari penanganan penumpang hingga kargo berjalan dengan standar pelayanan VIP. *

Sumber: