DPR Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran

DPR Pastikan Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran

JELASKAN. Anggota DPR RI, Herman Khaeron memastikan stok BBM aman menjelang mudik Lebaran. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik dan arus balik lebaran dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Dr Ir E Herman Khaeron MSi, kemarin.

Kang Hero--sapaan akrabnya mengaku DPR telah melakukan evaluasi bersama PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), serta pihak transportasi darat terkait kesiapan energi nasional.

Hasil evaluasinya, stok BBM nasional masih cukup. Memenuhi kebutuhan hingga 21 hari ke depan. “ Dua hari lalu kami melakukan evaluasi bersama Pertamina, PLN, dan moda angkutan darat. Ketersediaan BBM untuk arus mudik dan arus balik masih cukup untuk 21 hari kerja," katanya.

BACA JUGA:Tera Ulang, Pemkot Pastikan Penjualan BBM Sesuai Takaran

Namun demikian, Sekjen Partai Demokrat itu mengingatkan situasi geopolitik di Timur Tengah. Ditutupnya jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz, berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak mentah global.

Meski begitu, Herman menilai pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi lonjakan harga minyak internasional. Ia mencontohkan kebijakan yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, ketika harga minyak dunia melonjak tajam.

Pada saat itu, pemerintah menaikkan harga BBM. Namun tetap memberikan jaring pengaman sosial dan stimulus ekonomi bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat.

“Saya meyakini pemerintah saat ini juga memiliki strategi yang matang. Presiden Prabowo Subianto tentu sudah membicarakan langkah-langkah antisipasi dengan para menterinya,” kata Herman.

BACA JUGA:SBY Tiba di Kuningan, Demokrat Jabar Panaskan Mesin Politik dari Ciayumajakuning

Ia memperkirakan pemerintah akan menjaga agar tidak terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi hingga Hari Raya Idulfitri. Namun, untuk BBM non-subsidi yang mengikuti mekanisme harga pasar, kemungkinan penyesuaian harga tetap ada seiring kenaikan harga minyak internasional.

Selain itu, pemerintah juga memiliki opsi memberikan kompensasi agar kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat. Skema tersebut sebelumnya juga diterapkan pada sektor kelistrikan melalui subsidi dan kompensasi kepada PT PLN (Persero).

Terkait pasokan impor, Herman menyebut sekitar 20 persen pasokan minyak Indonesia berasal dari Timur Tengah, termasuk dari perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco. Jika terjadi gangguan pasokan dari kawasan tersebut, pemerintah dapat mencari sumber alternatif dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

“Yang terpenting adalah ketersediaan BBM tetap terjaga dan masyarakat bisa mengaksesnya dengan harga yang terjangkau, sementara APBN juga tetap kuat menghadapi situasi global,” pungkasnya. (zen)

Sumber:

Berita Terkait