Kecelakaan Beruntun di Jalur Pantura Cirebon, Pemudik Hamil Luka Serius
Pemudik yang mengalami kecelakaan beruntun dievakuasi oleh Kepala Pengendali Pos PAM Pemuda Kota Cirebon, Iptu Agoes Budiarto.-ISTIMEWA/RAKYATCIREBON.DISWAY.ID-
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Kecelakaan beruntun melibatkan empat sepeda motor terjadi di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Bypass Pemuda, Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (18/3/2026).
Dalam insiden tersebut, satu orang pemudik mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri.
Korban diketahui mengalami pendarahan dari mulut dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medimas Kota Cirebon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara pengendara lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diamankan petugas untuk dilakukan pemeriksaan di Pos Pengamanan (Pos PAM) Pemuda.
Kepala Pengendali Pos PAM Pemuda Kota Cirebon, Iptu Agoes Budiarto menjelaskan, kecelakaan bermula dari kendaraan yang melaju dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.
“Dari yang saya lihat, ada dua motor dari arah Jakarta. Salah satu pengendara yang jadi korban ini kemungkinan mengerem mendadak, lalu dari belakang langsung menabrak. Dua pengendara lain juga ikut menabrak dari belakang,” jelasnya.
Ia menyebutkan, korban yang mengalami luka serius merupakan pemudik asal Banjarnegara yang tergabung dalam rombongan pengendara motor.
“Yang korban ini dari Banjarnegara, dia sempat tertimpa motornya sendiri saat kejadian,” ucapnya.
Lebih lanjut, Agoes mengungkapkan bahwa korban diketahui sedang dalam kondisi hamil muda saat kecelakaan terjadi.
“Kebetulan korban ini sedang hamil dua bulan. Mungkin karena panik, tapi tetap kita antisipasi dan langsung kita bawa ke rumah sakit,” lanjutnya.
Menurutnya, korban sempat mengeluarkan darah dari mulut akibat benturan yang dialaminya.
“Tadi sempat keluar darah dari mulutnya, dari bagian bibir, makanya langsung kita evakuasi ke rumah sakit,” tuturnya.
Agoes juga mengungkapkan, total kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut berjumlah empat unit sepeda motor.
“Rombongan dari Banjarnegara ada tiga motor, dan satu motor lainnya dari rombongan yang belum diketahui asalnya. Jadi total ada empat kendaraan,” ungkapnya.
Sumber: