PGSD Penjas UPI Bandung Gelar Workshop Officiating dan Penilaian Gerak Berbasis Experiential Learning

PGSD Penjas UPI Bandung Gelar Workshop Officiating dan Penilaian Gerak Berbasis Experiential Learning

PEMBELAJARAN. PGSD Penjas UPI Bandung menggelar workshop menjelang Penyelenggaraan Festival Gerak Sekolah Dasar, Jumat 28 Agustus 2026.--

RAKCER.DISWAY, BANDUNG - Guna mengasah kesiapan mahasiswa dalam mengelola kegiatan keolahragaan anak usia sekolah dasar, workshop bertajuk “Penguatan Keterampilan Officiating dan Penilaian Gerak melalui Model Experiential Learning dalam Penyelenggaraan Festival Gerak Sekolah Dasar” telah sukses diselenggarakan pada Jumat 28 Agustus 2026.

Agenda pembekalan ini menjadi pijakan krusial bagi jajaran panitia dan penilai dalam menyongsong gelaran besar Festival Gerak 2026.

Pelatihan yang berlangsung secara intensif ini diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa program studi PGSD Penjas dari angkatan 2023, 2024, hingga 2025.

BACA JUGA:Desil Berubah, Warga Ramai-ramai Ganti Status Pekerjaan

Kegiatan dirancang khusus untuk mentransformasi pemahaman teoretis mahasiswa menjadi keahlian praktis, khususnya dalam menguasai tata cara perwasitan (officiating), evaluasi atau penilaian gerak motorik, serta manajemen penyelenggaraan event olahraga yang aman dan adaptif bagi anak-anak.

Workshop ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang membawakan materi saling melengkapi dan terintegrasi secara komprehensif

Penerapan Experiential Learning disampaikan Eva Sri Gumilang MPd. Dalam pemaparannya, Eva menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

Melalui metode ini, para mahasiswa tidak hanya mendengarkan instruksi, melainkan diajak untuk mengalami sendiri simulasi di lapangan, melakukan proses refleksi atas tindakan yang dilakukan, menyusun pemahaman konseptual dari pengalaman tersebut, hingga akhirnya mengaplikasikannya kembali saat mengarahkan anak-anak sekolah dasar.

BACA JUGA:Waduk Darma Bergetar! Kala Kuliner 'Tutut Sajeding' Menyatu dengan Superteam Keuangan Inklusif di Desa Jagara

Manajemen dan Teknis Pelaksanaan disampaikan Mukhlisin MPd. Selaku Ketua Pelaksana Festival Gerak 2026, Mukhlisin membekali peserta dengan aspek operasional penyelenggaraan acara.

Pembahasan mencakup perancangan alur kegiatan, pemetaan dan pembagian peran mahasiswa, manajemen penanganan peserta anak-anak, skema pergerakan sistem stasiun (station system), prosedur rotasi kelompok, tata kelola komunikasi antarpetugas, efisiensi manajemen waktu, hingga mitigasi keselamatan peserta selama agenda berlangsung.

Keterampilan Officiating dan Kids’ Athletics disampaikan DR Ricky Wibowo MPd.

Mewakili unsur praktisi dari Atletik Jawa Barat, DR Ricky memberikan pengayaan teknis mengenai cabang Kids’ Athletics serta mekanisme perwasitan.

BACA JUGA:Daftar Puncak Hujan Meteor yang Bisa Diamati dari Indonesia

Mahasiswa mendapatkan simulasi mendalam terkait berbagai aktivitas berbasis gerak dasar lari, lompat, dan lempar.

Pembekalan teknis ini meliputi tata cara pemberian instruksi atau aba-aba yang tepat, teknik pengamatan akurasi gerak, pengukuran waktu (timing) dan jarak secara presisi, hingga penyusunan rekapitulasi pencatatan hasil perlombaan.

Seluruh bekal pengetahuan yang didapatkan para peserta dalam workshop ini akan langsung diuji dan diterapkan pada puncak gelaran Festival Gerak 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 September 2026 mendatang.

Event tersebut akan melibatkan sejumlah sekolah dasar mitra sebagai peserta utama.

BACA JUGA:Peluang Magang Luar Negeri, Alternatif Tekan Pengangguran Cirebon

Mengusung tema “The Joy of Movement”, Festival Gerak 2026 berfokus menghadirkan pengalaman beraktivitas fisik yang aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak-anak.

Di sisi lain, festival ini menjadi ruang aktualisasi diri bagi mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan kepemimpinan, perwasitan, pengambilan keputusan, kerja sama tim, komunikasi efektif, serta pengorganisasian kegiatan secara profesional.

Sinergi antara akademisi perguruan tinggi dan praktisi keolahragaan dari jajaran Atletik Jawa Barat ini memperkuat hubungan antara pembelajaran di bangku kuliah dengan realitas kebutuhan lapangan.

Melalui pembekalan matang dan simulasi langsung tersebut, para mahasiswa diharapkan semakin siap menjalankan perannya di lapangan sekaligus menjamin terselenggaranya festival yang aman, edukatif, teratur, dan menggembirakan.

BACA JUGA:Bank bjb Dukung Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Kemajuan Daerah

Bagi pihak sekolah dasar, tenaga pendidik, orang tua, maupun calon peserta yang berminat menyemarakkan gelaran Festival Gerak 2026, rincian informasi mengenai kategori kegiatan, ketentuan kepesertaan, serta mekanisme pendaftaran resmi dapat dipelajari secara lengkap melalui lembaran publikasi (leaflet) Festival Gerak 2026. *

Sumber: