Heru Semprot Dedi Mulyadi: Ayam Sayur, Tak Berani Hadapi Koruptor Kakap!

Heru Semprot Dedi Mulyadi: Ayam Sayur, Tak Berani Hadapi Koruptor Kakap!

BERI KRITIK. Pengamat Politik, Heru Subagia (kiri) menyemprot Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan menyebut KDM sebagai ayam sayur, yang tidak berani menghadapi koruptor kakap. FOTO : DOC/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan. Kali ini, kritik datang dari pengamat politik, Heru Subagia.

Heru menyoroti pertemuan Dedi Mulyadi dengan Botok dan sejumlah aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menyuarakan isu pemberantasan korupsi.

Menurut Heru, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda biasa. Ia menilai ada manuver politik yang berkaitan dengan kepentingan elektoral Dedi Mulyadi.

Bahkan, Heru menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pencitraan. Ia menilai manuver itu justru dapat menjadi bumerang bagi perjalanan politik Dedi Mulyadi.

"Saya sangat yakin bahwa hari ini KDM sedang mengalami kiamat dan mengubur dirinya dalam-dalam dalam kegiatan politik," ujar Heru, Selasa (1/9).

Heru kemudian mengaitkan pertemuan tersebut dengan keberanian Dedi Mulyadi dalam menghadapi isu korupsi. Ia menilai Kang Dedi, belum menunjukkan sikap tegas untuk berbicara mengenai kasus-kasus korupsi besar di Jawa Barat.

Padahal, kata Heru, pemberantasan korupsi membutuhkan keberanian politik. Terutama ketika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki kekuatan besar.

Heru mengaku telah berulang kali menyampaikan tantangan untuk mengungkap korupsi kelas kakap di Jawa Barat.

Ia bahkan menyebut pernah menggagas sayembara untuk menangkap koruptor kakap. Namun, menurut Heru, upaya tersebut belum mendapatkan hasil.

"Saya pernah dan berulang kali menyatakan tantangan untuk melakukan sayembara tangkap koruptor kakap, khususnya di Jawa Barat. Atau minimal membicarakan masalah korupsi besar di Jawa Barat, tetapi hasilnya nol, nihil," katanya.

Atas dasar itu, Heru mempertanyakan keputusan Dedi Mulyadi mengundang aktivis antikorupsi. Terlebih, para aktivis tersebut disebut selama ini membawa isu pemberantasan korupsi.

Menurut Heru, sikap tersebut memperlihatkan adanya kontradiksi. Di satu sisi, aktivis membawa agenda pemberantasan korupsi. Di sisi lain, pertemuan tersebut dinilainya justru dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

BACA JUGA:Hadiri Harjad ke-544 Kabupaten Cirebon, Dedi Mulyadi Disambut Prosesi Adat Mapag Kanjeng Dalem

"Ini sekali lagi saya katakan bunuh diri politik terhadap dirinya dan masa depannya," tegas Heru.

Sumber: