RAKYATCIREBON.ID , MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka saat ini tengah konsen memetakan kasus-kasus stunting atau kurang gizi terhadap balita, ibu hamil, dan anak-anak yang tersebar di wilayah kota angin.
Pemetaan jumlah kasus dan angka stunting di Kabupaten Majalengka diberi Audit Kasus Stunting (AKS), yang akan menentukan secara detail perihal kriteria stunting yang ada pada anak atau orang bersangkutan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka, Nasrudin mengatakan Pemkab Majalengka bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah konsen untuk menurunkan angka stunting. “Langkah pertama supaya penanganannya maksimal dan tidak keliru, maka yang harus dilakukan adalah memetakan sebaran kasus stunting yang ada di tiap wilayah. Setelah itu penindakan dan antisipasi ke depannya,” ungkapnya, Senin, (17/10). Bicara soal AKS di wilayah Kabupaten Majalengka, pihaknya akan melibatkan sejumlah komponen profesional di bidangnya seperi ahli gizi dan nutrisi, dan Dinas Kesehatan dalam hal ini setiap puskesmas di wilayah kecamatan masing-masing. “Nanti kita libatkan sejumlah ahli di bidangnya. Jadi, menentukan si balita itu stunting atau tidak, setelah dikaji oleh para ahli,” ujarnya. Nasrudin menjel askan, pemaknaan istilah stunting yang melekat pada masyarakat saat ini perlu diluruskan. Alasannya stunting itu bukan soal fisik yang tinggi badannya kurang, tapi lebih pada mental dan pola pikir pada usia tersebut yang berbeda dengan kebanyakan balita p ada umumnya. “Stunting itu bukan soal tingi badan yang pendek, karena urusan tinggi badan biasanya berkaitan dengan gen atau keturunan. Makanya, Audit Kasus Stunting ini sangat perlu untuk memetakan jumlah kasus stunting di Kabupten Majalengka,” jelasnya. Sebagai gambaran, dari 400 pasangan menikah dini, seratus pasangan diantaranya terindikasi stunting. Alasanya, banyak faktor yang menentukan pasangan menikah dini itu rentan terindikasi kasus stunting. Menurut Nasrudin, faktor itu di antaranya soal ekonomi, pasangan menikah dini, mayoritas belum siap untuk menyuplai kebutuhan gizi bagi pasangan itu sendiri. Terutama akan berdampak pada si calon ibu. “Calon ibu seharusnya mendapatkan gizi secara maksimal, agar calon bayi dalam kandungannya juga dirinya tercukupi kebutuhan nutrisinya,” ujarnya. Sehingga pihaknya menyarankan agar anak-anak muda untuk menahan diri terlebih dahulu supaya jangan menikah dini. Hal yang perlu dilakukan untuk persiapan menikah agar anaknya kelak tidak terkena stunting yakni soal mapan dan faktor usia. “Karena factor-faktor itu sangat menentukan jumlah kasus stunting. Kami pun akan melibatkan berbagai pihak dalam pencegahan pernikahan usia dini di Majalengka,” jelasnya. Nasrudin menyarankan kepada ibu-ibu hamil supaya rutin mendatangi pos pelayanan terpadu (posyandu) dan memperhatikan asupan makanan dan minuman setiap harinya. Pencegahan stunting bisa dimulai dengan pola hidup sehat dan teratur. “Ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui, hendaknya terus memperhatikan kesehatannya. Memperhatikan dan menjalankan usaha mengkonsumsi makanan bernilai gizi tinggi dan banyak nutrisi. Hal ini untuk meminimalisir kemungkinan stunting,” ungkap Nasrudin. (hsn)DP3AKB Libatkan Ahli Tangani Stunting
Selasa 18-10-2022,06:00 WIB
Reporter : Rekriyan daniswara
Editor : Rekriyan daniswara
Kategori :
Terkait
Jumat 05-12-2025,15:52 WIB
Bantu Penanganan Stunting di Kota Cirebon, Siti Farida Terima Bantuan dari Indomaret
Kamis 27-11-2025,20:49 WIB
Sukseskan Program MBG, Se Indonesia Ada 14.773 SPPG Melayani 42,8 Juta DPM
Kamis 27-11-2025,11:15 WIB
Kelurahan Kesenden Jadi Kelurahan Pertama yang Raih Zero Stunting di Kota Cirebon
Jumat 17-10-2025,19:05 WIB
Desa Cirebon Girang Gencarkan Program Pencegahan Stunting
Jumat 26-09-2025,21:31 WIB
Wawali Dorong Perubahan Prilaku Kebersihan untuk Tekan Stunting
Terpopuler
Rabu 15-04-2026,12:43 WIB
Jadwal Lengkap Libur dan Cuti Bersama Mei 2026, Siap-Siap Libur Panjang!
Rabu 15-04-2026,11:54 WIB
Diskon 40%! Promo Katalog Segar Produknya, Hematnya Juara di Indomare Terakhir Hari Ini 15 April 2026
Rabu 15-04-2026,10:08 WIB
Promo Superindo Hari Ini 15 April 2026: Diskon Beras Organik Merah Rp 65.900 & Dada Ayam Rp Rp 5.390
Terkini
Rabu 15-04-2026,22:29 WIB
Hanya Sampai 17 April! Cek Formasi Rekrutmen BI Special Hire 2026 untuk Profesional IT dan Keuangan
Rabu 15-04-2026,22:20 WIB
Rekrutmen BI Special Hire April 2026 Dibuka, Cek Posisi Strategis, Syarat, dan Link Daftar
Rabu 15-04-2026,21:05 WIB
Jadwal Cuti Bersama Mei 2026 Bagi Karyawan Swasta dan ASN: Cek Aturan Resminya!
Rabu 15-04-2026,20:53 WIB
Daftar Lengkap Cuti Bersama Mei 2026, Ada 6 Hari Libur dalam Sebulan!
Rabu 15-04-2026,20:12 WIB