CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Mahasiswa Cirebon yang tergabung dalam tim N2M meluncurkan aplikasi Poricare.
Kegiatan launching ini menjadi tahap akhir implementasi inovasi mereka dalam ajang lomba Innovillage, sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk mitigasi banjir.
Aplikasi Poricare merupakan sistem digital berbasis sensor dan pemetaan yang dirancang untuk mendukung pembuatan serta pemeliharaan biopori secara lebih efektif dan efisien.
Acara peluncuran ini berlangsung di ruang kelas MA Nurul Huda Munjul, pekan lalu.
Turut hadir berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap inovasi ini, termasuk masyarakat sekitar, siswa, para guru.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB, diawali dengan sambutan dari berbagai pihak. Termasuk perwakilan desa yang berharap aplikasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dosen Pembimbing Tim N2M Bambang Ekanara MPd memberikan apresiasi atas kerja keras tim N2M dalam menghadirkan solusi inovatif yang berbasis ilmu pengetahuan dan berdampak nyata di lapangan.
Selanjutnya, tim N2M memaparkan berbagai fitur unggulan dalam aplikasi Poricare. Di antaranya Sensor Water Level yang memungkinkan pengguna untuk memantau ketinggian air tanah guna menganalisis efektivitas biopori dalam menyerap air hujan.
Kemudian Peta Lokasi Biopori (Map) berguna untuk memudahkan pengguna untuk melihat lokasi biopori yang telah dibuat. Lalu ada Sensor Curah Hujan yang berfungsi memberikan informasi terkait intensitas curah hujan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi terbaik dalam mitigasi banjir.
Penerapan biopori sebagai solusi resapan air sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, yang bertujuan menciptakan lingkungan perkotaan yang aman dan tangguh.
Dengan fitur-fitur unggulan yang dimiliki, aplikasi Poricare tidak hanya menjadi alat edukasi tetapi juga solusi nyata dalam membangun komunitas yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.
Tim N2M juga melakukan demonstrasi langsung mengenai cara kerja aplikasi Poricare.
"Peserta yang hadir dapat melihat secara langsung cara mengakses aplikasi, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, hingga fitur-fitur utama yang telah dikembangkan," ujar Bambang.
Demonstrasi ini bertujuan agar masyarakat, terutama siswa dan perangkat desa, dapat memahami cara menggunakan aplikasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama sesi presentasi dan demonstrasi. Para peserta menunjukkan minat besar terhadap inovasi ini, terutama dalam hal potensi implementasi Poricare di daerah lain yang menghadapi permasalahan banjir serupa.