CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Perubahan iklim yang terjadi belakangan ini mempengaruhi kehidupan makhluk-makhluk di bumi. Bukan hanya suhu yang berubah, banyak juga hewan yang terpengaruh pola hidupnya karena ini.
Perubahan iklim disebabkan oleh faktor-faktor dasar seperti pemanasan global. Salah satu jenis hewan yang terpengaruh adalah nyamuk.
Perubahan iklim memengaruhi populasi nyamuk menjadi semakin banyak. Tak terkecuali nyamuk yang membawa penyakit berbahaya.
Kenaikan suhu global, berubahnya pola hujan, dan kelembaban lingkungan menjadi habitat yang ideal untuk proses perkembangbiakan nyamuk.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart 20-31 Januari 2026: Diskon Indomie Soto Cuma Rp 2.700
Dengan begitu, nyamuk bisa bertambah semakin banyak dan menyebarluaskan wilayah penyebarannya.
Nyamuk merupakan salah satu hewaan yang sangat sensitif dengan adanya perubahan suhu.
Pola hidup nyamuk tergantung dari hangat atau dinginnya suhu sekitar. Jika suhu semakin hangat, larva nyamuk akan lebih mudah bertahan dan telur lebih cepat menetas. Telur yang menetas itu dengan cepat akan menjadi nyamuk dewasa.
Populasi nyamuk pun akhirnya meningkat dalam waktu singkat. Virus yang dibawa oleh nyamuk juga akan semakin cepat persebarannya.
BACA JUGA:Update Harga Toyota Kijang Innova Zenix Terbaru per Januari 2026 dan Promo Cicilan Ringan
Apalagi jika perubahan iklim ini mempengaruhi pola hujan. Hujan kerap kali meninggalkan genangan air di lingkungan perumahan warga.
Genangan air ini juga bisa menjadi tempat berkembangbiak nyamuk. Ditambah lagi jika ada permasalahan kebersihan lingkungan dan selokan yang biasanya rawan tersumbat sampah.
Fenomena ini memungkinkan nyamuk memperluas wilayahnya bahkan ke wilayah yang awalnya belum terkena serangan nyamuk. Wilayah dataran tinggi kini bisa menjadi tempat persebaran nyamuk Aedes Aegypti penyebab dari penyakit demam berdarah dan zika.
World Health Organization (WHO) yang mana merupakan organisasi kesehatan global juga mengonfirmasi tentang peningkatan persebaran penyakit yang dibawa nyamuk dipengaruhi oleh kondisi iklim selama satu dekade terakhir.
BACA JUGA:Review Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid: Konsumsi BBM Tembus 21 km/liter!