BACA JUGA:Cara Membedakan Pinjaman Resmi dan Bodong: Cek Ciri-Ciri Pinjol Ilegal Berikut Ini
Kejadian ini, ditambahkan Agus, terjadi tanpa ada tanda-tanda, dimana sampai Jumat siang, semua ruangan masih digunakan seperti biasa.
"Tidak ada tanda-tanda, atap miring atau bagaimana, makannya sampai Jumat masih digunakan. Sekarang kita pakai ruang sementara, ya dengan kondisi ini kita ingin ada lokasi yang lebih nyaman," imbuh Agus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan intruksi dari Walikota untuk menindaklanjuti runtuhnya atap di kantor Disnaker tersebut.
BACA JUGA:Master Chef Indonesia Season 13 Dengan Juri Baru yang Penuh Kejutan!
"Kita sudah dapat arahan dari pak Wali. Kita akan lihat dulu situasinya seperti apa, kemudian kita lihat juga dengan kemampuan anggaran," ungkap Rachman.
Dikatakan Rachman, pihaknya akan menerjunkan tim ke lokasi untuk menghitung kebutuhan perbaikan.
"Kalau misalnya ternyata membutuhkan biaya yang cukup besar, ya Pak Wali kemarin ada arahan kemungkinan apakah direlokasi dulu sementara ke gedung yang lain," kata Rachman. (sep)