BACA JUGA:Spesifikasi & Harga Hyundai New Creta 2026 Mobil SUV Modern Dengan Desain Futuristis
Berulang kali warga, melalui kelurahan menyampaikan keluhan dan mengajukan pembangunan senderan atau tanggul kepada BBWS, karena Kali Benda ini menjadi wilayah sungai kewenangan mereka.
Berdasarkan laporan para RW, pengajuan penanganan bantaran sungai telah dilakukan sejak 2020. Bahkan, pihak kelurahan kembali mengajukan usulan pembangunan pada 2023.
"Sudah kami ajukan ulang pada 2023, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan," ujad Mardiansyah.
BACA JUGA:Master Chef Indonesia Season 13 Dengan Juri Baru yang Penuh Kejutan!
Disebutkan Mardiansyah, Kali Benda ini mengalir di lebih dari dua kilometer wilayah Kelurahan Argasunya, mulai dari jembatan Lebak Ngok hingga kawasan Masjid Kalilunyu dan Kedung Krisik.
Sepanjang aliran tersebut, bantaran Kali Benda masih dibiarkan tanpa tanggul maupun penyangga tebing, dan itulah yang bertahun-tahun dikeluhkan warga yang dihantui rasa khawatir.
"Sepanjang aliran itu belum ada pengaman tebing. Inilah yang membuat wilayah Argasunya sangat rawan longsor, apalagi mereka yang rumahnya tak jauh dari tebing," kata Mardiansyah. (sep)