Jadi Aset Pemkab Cirebon, Pataraksa Terbengkalai

Rabu 04-02-2026,11:02 WIB
Reporter : Zezen Zaenudin Ali
Editor : Rifki Nurcholis

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Taman Pataraksa, resmi menjadi aset Pemkab Cirebon. Sudah diserahterimakan dari Pemprov Jabar ke Pemkab Cirebon. Saat ini, kondisinya memprihatinkan.

Pataraksa sendiri lokasinya berada di pusat pemerintahan. Kendati demikian, memprihatinkan. Faktanya penerangan minim, sejumlah sudut gelap, dan fasilitas tampak mulai rusak. Sangat disayangkan.

Padahal, pembangunannya menghabiskan anggaran fantastis. Nilainya mencapai Rp 15 miliar, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebagai informasi, Pataraksa kala itu, diresmikan Bupati Cirebon, Drs Imron MAg diperiode pertamanya menjabat. Tepatnya 11 November 2023. Saat itu, Pataraksa digadang-gadang menjadi ikon baru Kota Sumber sekaligus penggerak ekonomi UMKM.

Memang, diawal Pataraksa sempat ramai dikunjungi warga. Pusat Kota Sumber yang sebelumnya sepi berubah menjadi ruang publik yang hidup, terutama pada malam hari.

Namun kondisi itu tak bertahan lama. Pada 2 Januari 2024, gapura Taman Pataraksa ambruk. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan menuai kritik publik. Kasusnya bahkan berlanjut ke proses hukum.

Sejak kejadian itu, pengelolaan dan pemeliharaan Pataraksa terkesan stagnan. Hingga hampir tiga tahun berselang, kondisinya justru semakin menurun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama perbaikan.
“Untuk tahun ini kami belum tahu apakah ada anggaran atau tidak. Apalagi saat kerusuhan massal kemarin, kondisi fisik taman ikut dirusak,” kata Dede, Selasa (3/2).

Ia menjelaskan, Pataraksa kini sepenuhnya menjadi aset Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tanggung jawab perawatan berada di tangan pemkab. “Pengajuan bantuan ke provinsi tidak mudah karena sudah diserahterimakan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, Dede tetap menyimpan keyakinan. Entah kapan. Dia berharap Pataraksa bisa kembali berfungsi sebagaimana cita-cita awalnya. Menciptakan ruang publik tempat masyarakat berkumpul. Sekaligus, ruang hidup bagi pelaku UMKM pada hari-hari tertentu.

Aktivitas di Pataraksa memang belum sepenuhnya mati. Sejumlah warga masih memanfaatkan area tersebut untuk berkumpul.
“Masih sering nongkrong di sini, walaupun sudah jauh berbeda dari awal,” ujar Nur Amanah, warga Sumber.

Beberapa pedagang juga masih bertahan berjualan selepas jam kerja di lingkungan Pemkab Cirebon. Meski pengunjung berkurang, aktivitas ekonomi kecil masih berjalan. (zen)

Kategori :