RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Memasuki bulan suci Ramadhan, obrolan mengenai fikih ibadah biasanya kembali menghangat di meja makan saat sahur maupun di majelis taklim virtual.
Salah satu materi dasar yang sering kali membuat kita sedikit berkerut dahi adalah membedakan antara syarat sah puasa dan syarat wajib puasa.
Meskipun terdengar mirip, kedua istilah ini memiliki kedudukan yang sangat berbeda dalam menentukan status ibadah seseorang.
Memahami perbedaan keduanya bukan sekadar urusan teori atau hafalan untuk ujian sekolah.
BACA JUGA:Kenali 5 Syarat Sah Puasa yang Wajib Diketahui Setiap Muslim
Bagi seorang Muslim, pemahaman ini krusial agar kita tahu kapan kita benar-benar dituntut untuk berpuasa dan bagaimana caranya agar pengorbanan kita menahan lapar serta haus sepanjang hari tidak berakhir sia-sia di mata hukum syariat.
Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Secara sederhana, syarat wajib adalah pintu masuk yang menentukan apakah Anda sudah terkena kewajiban untuk melakukan puasa.
Sementara itu, syarat sah adalah aturan main yang menentukan apakah puasa yang sedang Anda jalankan itu diterima secara hukum agama.
Tanpa memahami perbedaannya, kita mungkin memaksakan seseorang yang belum wajib berpuasa untuk menahan lapar, atau sebaliknya, kita berpuasa tanpa memenuhi kriteria yang membuatnya diakui.
BACA JUGA:Syarat Sah Puasa yang Sering Diabaikan, Nomor 3 Paling Banyak Terlewat!
Mari kita lihat satu per satu secara lebih mendalam agar tidak ada lagi keraguan saat menjalankannya di tahun 2026 ini.
Mengenal Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib adalah kriteria yang harus ada pada diri seseorang agar ia dibebani tanggung jawab (taklif) untuk berpuasa.
Jika syarat-syarat ini belum terpenuhi, maka orang tersebut belum berdosa jika tidak berpuasa. Berikut adalah poin-poin utamanya:
1. Beragama Islam
Puasa Ramadhan adalah panggilan khusus bagi kaum mukmin. Orang non-muslim tidak terkena beban kewajiban ini secara syariat.