Syarat Sah Puasa dan Syarat Wajib Puasa: Apa Saja Perbedaannya?

Jumat 27-02-2026,22:16 WIB
Reporter : Erika Larasati
Editor : Erika Larasati

4. Bukan di Hari yang Dilarang

Berpuasa sekuat apa pun pada hari raya Idul Fitri atau Idul Adha tidak akan pernah dianggap sah, karena Islam mengharamkan puasa pada hari-hari tersebut.

Jadi, Apa Perbedaan Mendasarnya?

Jika kita rangkum, perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada fase keberlakuannya.

  • Syarat Wajib berbicara tentang "Siapa" yang harus melakukannya. Jika Anda seorang Muslim, dewasa, sehat akal, dan mampu secara fisik, maka pintu kewajiban sudah terbuka lebar untuk Anda.
  • Syarat Sah berbicara tentang "Bagaimana" ibadah itu dilakukan. Apakah kondisinya suci? Apakah waktunya tepat? Apakah dilakukan oleh orang yang sadar (mumayyiz)?

Bayangkan seperti seseorang yang ingin mengendarai mobil. Syarat wajibnya adalah ia harus memiliki SIM dan cukup umur.

Namun, syarat sahnya adalah ia harus mengendarai di jalan yang benar, tidak melanggar lampu merah, dan mobilnya dalam kondisi mesin menyala.

Memiliki SIM (syarat wajib) tidak menjamin perjalanannya benar jika ia melanggar aturan lalu lintas (syarat sah).

Memahami syarat sah puasa dan syarat wajib puasa membantu kita untuk lebih bijak dalam beribadah.

Kita jadi tahu bahwa Islam adalah agama yang memudahkan,.tidak memaksa mereka yang tidak mampu dan tidak membebani mereka yang belum dewasa atau belum baligh.

Namun di saat yang sama, Islam menuntut ketelitian bagi mereka yang sudah mampu agar ibadahnya dilakukan dengan cara yang benar.

Mari kita jadikan Ramadhan tahun 2026 ini sebagai momentum untuk menyempurnakan kualitas puasa kita.

Bukan hanya sekadar ikut-ikutan menahan lapar, tapi benar-benar memahami dasar hukum di baliknya agar ketenangan batin dapat kita raih secara penuh. (*)

Kategori :