RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Preservasi ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Cirebon, Kuningan hingga Ciamis terus dikebut, dengan target perbaikan sekitar 20 kilometer. Dilakukan dengan beberapa jenis pekerjaan minor, mayor dan holding. Juga memperhatikan tingkat kerusakan dan intensitas penanganannya.
Dikebutnya proyek preservasi belakangan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat yang akan melintas di jalur tersebut.
Kegiatan ini dilakukan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui pihak pelaksana di sejumlah titik ruas jalan nasional, termasuk di wilayah Kabupaten Kuningan.
Terbaru, petugas telah mengerjakan dua segmen penting sekitar 1 kilometer di Kuningan, yaitu segmen Jalan Raya Kadugede 800 meter dan segmen Desa Sukamulya 200 meter, merupakan jalur penghubung antarwilayah dan diprediksi menjadi lintasan utama para pemudik.
Keterangan ini disampaikan Pelaksana lapangan PT Lasco, Muhamad Fikri, menurutnya perbaikan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan. Pihaknya mengerahkan petugas dalam pengoperasian alat berat untuk mengupas lapisan aspal yang rusak sebelum dilakukan pengaspalan ulang. Langkah ini dilakukan guna memperbaiki permukaan jalan yang mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir.
“Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan mengalami kerusakan dan berlubang akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya, Rabu (11/03).
Menurut Fikri, metode perbaikan dilakukan dengan mengupas lapisan aspal lama yang rusak, kemudian menggantinya dengan lapisan aspal baru agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui kendaraan.
Ia mengungkapkan, khusus di wilayah Kabupaten Kuningan penanganan sementara dilakukan secara spot-spot dengan total panjang sekitar 1 kilometer.
Dalam dua segmen, yakni di Desa Sukamulya Kecamatan Cigugur sepanjang 200 meter serta di wilayah Kecamatan Kadugede sepanjang 800 meter. Kedua segmen tersebut masuk kategori penanganan minor.
“Durasi kontrak sampai 9 Desember mendatang, tetapi untuk penanganan efektif kami maksimalkan sekitar empat bulan. Untuk target saat ini menjelang Lebaran, khusus di wilayah Kuningan kita fokus sekitar satu kilometer dulu,” jelasnya.
Selama proses pekerjaan berlangsung, petugas juga menerapkan sistem buka tutup jalur untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan di sekitar lokasi perbaikan.
Pihak pelaksana menargetkan proses perbaikan jalan tersebut dapat rampung sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idulfitri sehingga jalur mudik dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat. Setelah Lebaran, pengerjaan akan dilanjutkan di sejumlah segmen lain di sepanjang jalur Cirebon hingga Ciamis. (Bud)