RAKCER.DISWAY, MAJALENGKA – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat, Boy Hari Novian memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan di Asrama Haji Indramayu dalam menyambut musim haji tahun 2026.
Dia menyatakan bahwa fasilitas asrama haji Indramayu saat ini telah siap menampung sekitar 1.600 jamaah atau setara dengan empat kelompok terbang (kloter) sekaligus dalam satu hari.
Boy menjelaskan, saat ini Asrama Haji Indramayu memiliki empat gedung menara (tower) yang seluruhnya dalam kondisi berfungsi dan siap digunakan.
BACA JUGA:Lepas Kloter 1 Embarkasi Kertajati, Selly Gantina Dorong Layanan Makkah Route di BIJB
Meskipun kapasitas tersedia untuk empat kloter, untuk sementara manajemen hanya mengoperasikan dua tower mengingat jadwal keberangkatan jamaah saat ini masih berada di kisaran maksimal dua kloter per hari.
"Jika ada peningkatan jumlah jamaah, kami siap memaksimalkan seluruh gedung yang ada," ungkap Boy.
Terkait pelaksanaan hari pertama, Boy memberikan evaluasi positif atas keberangkatan perdana yang mengangkut total 445 orang, terdiri dari 441 jamaah haji dan 4 orang petugas.
BACA JUGA:Optimalkan BIJB Kertajati, PT JMS dan Garuda Indonesia Siap Terbangkan Jamaah Umrah Mulai Juli 2026
Seluruh proses teknis termasuk aktivasi kartu Nusuk sebagai syarat wajib jamaah di Tanah Suci, telah tuntas dilaksanakan tanpa kendala. Selain itu, seluruh jamaah dalam kloter pertama dinyatakan memenuhi syarat kesehatan dan laik terbang.
"Kami juga melakukan survei acak kepada para jamaah saat mereka masih di asrama, dan rata-rata menyatakan sangat puas terhadap pelayanan yang diberikan di Embarkasi Indramayu ini," tambahnya.
Menyinggung soal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Boy menekankan pentingnya kedisiplinan dan koordinasi yang ketat bagi para petugas haji.
BACA JUGA:Geopolitik di Timur Tengah Tak Pengaruhi Urusan Haji, 683 Calhaj Asal Kuningan Siap Berangkat
Dia menginstruksikan agar para petugas bekerja dalam satu komando yang solid guna memastikan keselamatan dan keutuhan jumlah jamaah sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.
"Penekanan kami kepada para petugas sangat jelas, berangkat 445 orang kembali pun harus diusahakan tetap 445 orang. Petugas harus mampu mengoordinir jamaah dengan baik di dalam kloter masing-masing agar seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib," tegas Boy. *