Maria mengungkapkan, laporan yang diterima Komnas Perempuan menunjukkan kasus kekerasan seksual masih mendominasi pengaduan masyarakat setiap tahun.
"Sekitar 75 persen pengaduan yang masuk merupakan kasus kekerasan seksual. Yang tertinggi terjadi di perguruan tinggi, kemudian di pondok pesantren," ujarnya.
Menurut Maria, besarnya jumlah warga NU seharusnya menjadi kekuatan sosial yang mampu mendorong perubahan. Karena itu, revitalisasi organisasi tidak cukup hanya dilakukan oleh elite, tetapi harus dimulai dari penguatan warga di tingkat bawah.
"Kalau kita berharap perubahan hanya datang dari atas, sementara situasi politik tidak selalu kondusif, saya kira itu bukan solusi. Karena itu revitalisasi harus dimulai dari bawah, dari penguatan warga Nahdliyin," tukasnya. (zen)