Keenam, massa mengkritisi lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat sekolah dasar. Mereka mempertanyakan kualitas makanan yang dibagikan serta kesesuaiannya dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, H Ronianto SPd MM menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang disampaikan. Perbaikan dan pembenahan disebut menjadi bagian dari agenda kerja yang akan terus dilakukan.
Selain itu, Kadisdik menjelaskan bahwa meskipun Korwil telah dibubarkan, masih terdapat perwakilan di setiap kecamatan yang bertugas membantu administrasi sekolah dasar.
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan anggaran untuk operasional perangkat pengganti Korwil telah dialokasikan melalui APBD. "Anggarannya sudah tersedia di APBD, tetapi saya lupa berapa besarannya," kata Ronianto.
BACA JUGA:DKM Masjid Baitul Mu'min Santuni Anak Yatim, Kepedulian Jangan Hanya Saat 10 Muharram
Sementara itu, peserta aksi lainnya, Banu Rengga, mengaku mempertanyakan keberadaan anggaran tersebut. Menurutnya, aliansi akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan.
"Kami akan memastikan apakah anggaran itu memang ada dan digunakan sebagaimana mestinya," tegasnya. (zen)