RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Penanganan tuberkulosis (TBC) dan kusta di Kabupaten Cirebon mendapat dukungan tambahan berupa kendaraan operasional. Sebanyak 15 sepeda motor listrik diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk mendukung mobilitas petugas kesehatan di lapangan.
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Komipo Energy Indonesia, The Midland Power Labour Union, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia.
Presiden The Midland Power Labour Union, Mr. Moon Deokjoo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan serikat pekerja terhadap upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Guru PPPK Paruh Waktu Diangkat Tanpa Tes
Menurutnya, penggunaan sepeda motor listrik juga menjadi bagian dari dukungan terhadap mobilitas hijau dalam program penanggulangan TBC dan kusta.
“Bantuan ini wujud dari kepedulian perusahaan dan serikat pekerja pada kesehatan masyarakat,” ujar Moon Deokjoo dalam sambutannya.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menilai kendaraan operasional akan membantu petugas kesehatan menjangkau masyarakat, terutama dalam kegiatan penanganan dan penyuluhan terkait TBC serta kusta.
“Kami mengapresiasi bantuan untuk penanggulangan TBC dan kusta, karena kita tahu sendiri di Kabupaten Cirebon ini untuk TBC sangat besar,” kata Imron.
BACA JUGA:Tips Membersihkan Sepatu Putih Kanvas Yang Menguning Tanpa Air
Imron menyebut, berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat 6.199 kasus TBC di Kabupaten Cirebon. Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Beberapa kecamatan disebut memiliki jumlah kasus tinggi. Di antaranya Ciwaringin, Sumber, Plumbon, Gegesik, dan Arjawinangun.
Sementara untuk kusta, Imron menyebut terdapat 125 kasus yang tercatat. Dengan kondisi tersebut, Imron berharap kendaraan yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh puskesmas penerima.
“Kami berharap puskesmas yang mendapatkan motor ini untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga mempermudah dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat,” tuturnya.
Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransiska Sianturi, mengatakan Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu daerah penerima bantuan karena persoalan TBC dan kusta masih menjadi perhatian.
“Kenapa Cirebon? Karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA:Cara Mengatasi Minyak Goreng Keruh Bikin Jernih Kembali Pakai Bahan Dapur
Menurut Febrina, 15 unit sepeda motor listrik yang diserahkan merupakan bagian dari kemampuan program yang dijalankan. Jumlah tersebut belum dapat mencakup seluruh puskesmas di Kabupaten Cirebon.
“Kami pun punya keterbatasan. Dengan ini kami juga berharap pemerintah Kabupaten bisa mengelola dengan baik dan menjaga dengan baik,” katanya.
Ia mengatakan salah satu tantangan dalam penanganan TBC dan kusta adalah mobilitas petugas ketika melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Karena itu, kendaraan operasional tersebut diharapkan dapat membantu petugas dalam melakukan kunjungan, pelayanan, pemantauan, hingga penyuluhan di wilayah kerja masing-masing.
BACA JUGA:SD Umum Tembus Ajang Madrasah, Maulana Kresna Sabet Juara 1 OMI Kota Cirebon
“Semoga bisa juga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kabupaten Cirebon,” katanya.
Febrina menambahkan, Yayasan Gugah Nurani Indonesia telah menjalankan kegiatan di Indonesia sejak 2005, setelah bencana tsunami di Aceh.
Yayasan tersebut menjalankan program di lima sektor, salah satunya bidang kesehatan.
Dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya berkomunikasi dengan Good Neighbors International di Korea Selatan.
“Dari kerja sama tersebut, Yayasan Gugah Nurani Indonesia dipercaya untuk mengelola dana CSR dari Komipo Korea,” tambahnya. (zen)