DPRD Dorong Ketokohan Mayor Tan Tjin Kie Diangkat

DPRD Dorong Ketokohan Mayor Tan Tjin Kie Diangkat

FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON DPRD menerima aspirasi dari masyarakat yang mendorong agar dua nama tokoh Cirebon bisa diberikan penghargaan. --

CIREBON - DPRD Kota Cirebon menindaklanjuti aspirasi dari sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Majelis Seni dan Tradisi (MESTi) yang ingin bersama-sama membuka sejarah seluas-luasnya, terutama untuk sejarah yang berkaitan dengan Kota Cirebon. 

Salah satu tokoh yang menjadi pembahasan, adalah Mayor Tan Tjin Kie (1853-1919), sosok saudagar yang menurut cerita sejarah merupakan sosok saudagar kaya, dermawan dan menjadi pahlawan dalam membangun ekonomi di Kota Cirebon pada masa lampau. 

Selain Mayor Tan Tjin Kie, MESTi juga mendorong sosok Habib Muhammad bin Syekh bin Abu Bakar bin Yahya, atau yang dikenal dengan Kang Ayip Muh dari Pondok Pesantren Jagasatru untuk sama-sama diangkat, atas na besar dan jasanya dalam hal keagamaan di Kota Cirebon. 

BACA JUGA:Unik! Berbagi Ratusan Nasi Tumpeng 'Rewahan' di Citangtu, Reni Parlina Dukung Pelestarian Tradisi

Ketua MESTi Cirebon, Dedi Setiawan mengungkapkan, selain mendorong agar nama kedua tokoh tersebut diangkat sehingga masyarakat tidak lupa akan jasa keduanya untuk Kota Cirebon, pihaknya juga meminta agar Pemerintah Daerah Kota Cirebon memberikan perhatian dan penghargaan kepada keduanya. 

"Jasa kedua tokoh ini jelas, maka sudah seharusnya Pemkot memberikan penghargaan," ungkap Dedi. 

Bahkan, MESTi pun memberikan catatan, jika dalam satu tahun tidak ada respon dari Pemkot, makam Mayor Tan Tjin Kie akan dipindah ke Malang. 

BACA JUGA:Menuju Pimpinan BAZNAS Kuningan 2026–2031, 20 Kandidat Melaju ke Tahap Lanjutan

"Jika Pemkot diam, kita akan pindahkan makam Mayor Tan Tjin Kie, karena Pemkot disana meminta, dan siap memberikan penghargaan," kata Dedi. 

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Umar Stanis Klau menilai, keinginan masyarakat yang mendorong dua nama besar tokoh Kota Cirebon ini menjadi penting, karena jasa keduanya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. 

"Menurut saya ini penting, harus menjadi perhatian Pemkot, jangan sampai daerah lain yang lebih memperhatikan," ungkap Umar. 

Umar juga mengaku prihatin, sampai saat ini belum ada literasi yang resmi, lengkap dan fokus dalam menceritakan perjalanan hidup Mayor Tan Tjin Kie, dan ini juga harus mulai dilakukan kajian supaya kedepan Kota Cirebon punya dokumen, minimal semacam buku biografi tentang Mayor Tan Tjin Kie. 

BACA JUGA:3 Program Mudik Gratis 2026 Begini Cara Daftarnya, Gas Mumpung Gratis!

"Kita dorong ada kajian lanjutan. Masyarakat meminta agar cara kita menghargai pahlawan, adalah menghadirkan kembali cerita tentang masa hidupnya. Saat ini kebanyakan yang menulis dari luar negeri, bukunya ada di Kanada sampai Belanda. Tapi ada orang Cirebon yang sudah mulai meneliti, dan kita harus dukung," kata Umar. (sep) 

 

Sumber: