Apa Itu Kamera Thermal? Fungsi, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Night Vision

Apa Itu Kamera Thermal? Fungsi, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Night Vision

Apa Itu Kamera Thermal? Fungsi, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Night Vision. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pernahkah Anda membayangkan memiliki kemampuan "mata predator" yang bisa melihat panas di tengah kegelapan total? Dulu, teknologi pencitraan termal atau kamera thermal terdengar seperti perlengkapan militer yang harganya selangit. Namun, sekarang ceritanya beda. Cukup pasang modul kecil di port USB smartphone, dan Anda bisa langsung melihat dunia dalam spektrum yang sepenuhnya baru.

Tapi sebenarnya, apa sih kamera thermal itu? Apakah alat ini benar-benar bisa melihat menembus tembok, atau jangan-jangan ini cuma fitur gimmick yang mirip dengan filter aplikasi kamera biasa? Yuk, kita bedah pelan-pelan agar tidak salah kaprah.

BACA JUGA:Infinix Note 60 vs Infinix Note 50: Apa Saja Peningkatannya dan Apakah Layak Upgrade?

Mengenal Kamera Thermal

Secara mendasar, kamera thermal adalah perangkat yang menangkap radiasi inframerah. Uniknya, hampir semua benda di alam semesta ini, mulai dari kopi panas, kucing kesayangan, hingga es batu di kulkas, memancarkan energi panas. Nah, energi inilah yang dideteksi oleh kamera thermal, bukan cahaya tampak yang biasa ditangkap mata kita.

Jadi, lupakan soal pencahayaan. Kamera thermal tidak peduli apakah ruangan Anda terang benderang atau gelap gulita seperti di dalam gua. Selama ada perbedaan suhu, kamera ini akan tetap bisa "melihat" objek tersebut dan mengubahnya menjadi gambar visual yang penuh warna (termogram). Biasanya, warna kuning atau putih melambangkan titik paling panas, sementara biru atau hitam menunjukkan area yang dingin.

Intip Cara Kerjanya

Mungkin Anda bingung, bagaimana sebuah alat kecil bisa tahu suhu benda tanpa menyentuhnya sama sekali? Di dalam gadget thermal itu ada komponen bernama microbolometer. Anggap saja ini sebagai "otak" yang sangat sensitif terhadap panas.

Saat Anda mengarahkan kamera ke mesin motor yang menyala, lensa akan menangkap radiasi inframerah dari mesin tersebut. Sensor di dalamnya kemudian akan bereaksi terhadap suhu tersebut, mengubahnya menjadi data listrik, dan dalam sekejap dikonversi menjadi gambar di layar HP Anda. Prosesnya instan! Hebatnya lagi, sensor thermal zaman sekarang sudah sangat detail, bahkan bisa menangkap jejak panas kaki seseorang yang baru saja berjalan di lantai.

BACA JUGA:5 Fitur Unggulan Infinix Note 60 yang Bikin Saudaranya 'Gemetar', Layar 144Hz & AI Baru!

Fungsi yang Benar-Benar Berguna 

Banyak yang beli kamera thermal cuma buat seru-seruan, padahal fungsinya di dunia nyata sangat membantu pekerjaan rumah tangga:

Cek "Penyakit" Rumah: Anda bisa tahu bagian mana dari atap atau jendela yang bocor udaranya. Ini sangat krusial kalau Anda ingin hemat tagihan listrik AC.

Detektif Kabel: Malas panggil tukang listrik? Coba cek panel listrik rumah. Kalau ada satu kabel yang warnanya sangat terang di layar thermal, itu tandanya kabel tersebut kelebihan beban dan berisiko korsleting.

Menemukan Pipa Bocor: Rembesan air di balik tembok seringkali punya suhu lebih dingin dari tembok kering. Kamera thermal bisa menunjukkan titik bocornya tanpa Anda harus menghancurkan seluruh dinding.

Salah Kaprah: Thermal vs Night Vision

Ini adalah perdebatan paling klasik. Banyak orang mengira keduanya sama saja. Padahal, prinsipnya bumi dan langit.

Night vision itu seperti "kacamata penguat". Alat ini butuh sedikit cahaya (meskipun sangat redup) lalu memperkuatnya agar mata kita bisa melihat. Kalau gelapnya benar-benar total (nol cahaya), night vision bakal buta total. Gambarnya pun biasanya khas berwarna hijau.

Sumber: