Preview CES 2026, Laptop Intel 'Panther Lake' Janjikan Daya Tahan Baterai Hingga 30 Jam
Preview CES 2026, Laptop Intel 'Panther Lake' Janjikan Daya Tahan Baterai Hingga 30 Jam. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Januari selalu menjadi bulan yang paling mendebarkan bagi para pemburu laptop. Mengapa? Karena di sinilah ajang CES (Consumer Electronics Show) di Las Vegas menjadi panggung pamer teknologi terbaru. Untuk tahun 2026, sorotan utama bukan lagi soal seberapa tipis layar sebuah laptop, melainkan soal seberapa lama perangkat itu bisa bertahan tanpa perlu dicolok ke listrik. Nama yang paling santer dibicarakan adalah arsitektur terbaru Intel, yaitu Panther Lake.
Rumor yang beredar di kalangan manufaktur menyebutkan bahwa laptop berbasis Panther Lake bakal sanggup menyentuh angka 30 jam pemakaian. Angka ini jelas bukan sekadar janji manis di atas kertas.
Era Baru Efisiensi: Lebih dari Sekadar Kecepatan
Selama ini, pengguna Windows sering iri dengan daya tahan baterai MacBook seri M yang begitu awet. Namun, Intel Panther Lake diprediksi akan menjadi titik balik. Intel tidak lagi hanya mengejar clock speed yang tinggi, tapi benar-benar merombak bagaimana daya dikelola. Fabrikasi yang lebih canggih memungkinkan laptop rilis 2026 bekerja dengan suhu yang jauh lebih dingin.
Artinya, kita tidak akan lagi sering mendengar suara kipas yang bising saat hanya membuka belasan tab di peramban. Bagi Anda yang sering bekerja di kafe atau dalam perjalanan jauh, laptop generasi 2026 ini menjanjikan kebebasan dari rasa cemas mencari colokan listrik (low battery anxiety).
AI PC yang Sebenarnya: NPU Makin Berperan
Di CES 2026 nanti, label "AI PC" bukan lagi sekadar stiker pemasaran. Panther Lake dikabarkan membawa unit pengolah AI (NPU) yang berkali-kali lipat lebih bertenaga. Dampaknya apa buat kita? AI tidak lagi hanya dipakai buat bikin background buram saat Zoom call.
Kita bicara soal asisten lokal yang bisa meringkas dokumen ribuan halaman dalam sekejap tanpa harus terhubung ke internet. Semuanya dilakukan secara on-device, yang artinya data Anda jauh lebih aman. Integrasi antara sistem operasi Windows terbaru dan chip Intel ini bakal bikin laptop terasa lebih personal, seolah-olah perangkat Anda tahu apa yang ingin Anda kerjakan selanjutnya.
Laptop Layar Transparan dan Rollable: Masa Depan di Depan Mata
Selain urusan "jeroan", CES 2026 juga diprediksi akan menjadi tempat unjuk gigi desain fisik yang radikal. Lenovo dan ASUS kemungkinan besar akan membawa prototipe laptop layar transparan yang lebih matang dari tahun sebelumnya. Bayangkan laptop yang layarnya bisa tembus pandang namun tetap tajam saat menampilkan konten, sangat cocok untuk kolaborasi kreatif.
Ada juga rumor soal laptop dengan layar rollable atau bisa digulung. Jadi, Anda bisa punya laptop 13 inci yang ringkas, tapi saat butuh ruang kerja lebih luas, layarnya bisa memanjang secara otomatis menjadi 15 atau 17 inci. Meski mungkin harganya bakal selangit, teknologi ini menunjukkan bahwa batas antara tablet dan laptop semakin tipis di tahun 2026.
Keputusan Akhir: Tahan Keinginan Beli Sekarang?
Jika laptop Anda sekarang masih berfungsi dengan baik, saran saya adalah tunggu hingga kuartal pertama 2026. Membeli laptop di akhir 2025 mungkin terasa rugi karena lompatan teknologi yang ditawarkan di CES 2026 nanti benar-benar berbeda secara arsitektur.
Kita berada di ambang transisi besar di mana laptop Windows akhirnya bisa menandingi (atau bahkan melampaui) efisiensi MacBook dalam hal baterai, sambil tetap memberikan performa gaming dan produktivitas yang brutal. Jadi, persiapkan tabungan Anda, karena awal 2026 akan menjadi waktu yang sangat menarik bagi ekosistem PC.(*)
Sumber: