Google Rilis Flashdisk Rp50 Ribu, Penyelamat Laptop Windows 10 yang 'Mati' Tahun Ini!
Google Rilis Flashdisk Rp50 Ribu, Penyelamat Laptop Windows 10 yang 'Mati' Tahun Ini!. Foto: sumahodigest.com/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Kabar gembira bagi para pemilik laptop lawas yang sedang cemas menghadapi masa pensiun Windows 10.
Google secara mengejutkan merilis solusi praktis berupa flashdisk fisik resmi yang dirancang khusus untuk menyulap perangkat lama menjadi lebih segar dan kencang.
Produk yang diberi nama ChromeOS Flex USB Kit ini hadir sebagai jawaban atas ancaman menumpuknya sampah elektronik akibat berakhirnya dukungan sistem operasi Microsoft tahun ini.
Langkah Google ini tergolong unik. Alih-alih hanya menyediakan perangkat lunak secara digital, mereka kini menawarkan alat fisik "siap pakai" dengan harga yang sangat terjangkau, yakni di kisaran Rp50 ribuan.
BACA JUGA:10 Pilihan Raket Babolat di Official Store untuk Manfaatkan Diskon Tengah Bulan Cuan
Menjawab Kecemasan Pengguna Windows 10
Sebagaimana diketahui, tahun 2026 menjadi titik krusial bagi jutaan pengguna Windows 10 di seluruh dunia. Berakhirnya dukungan keamanan resmi memaksa pengguna untuk beralih ke Windows 11.
Sayangnya, banyak laptop lama yang terganjal spesifikasi minimum, terutama terkait modul keamanan TPM 2.0.
Di sinilah Google masuk melalui celah tersebut. Dengan flashdisk ChromeOS Flex ini, pengguna tidak perlu membeli perangkat baru.
Cukup colokkan USB ke laptop lama, lakukan instalasi singkat, dan laptop yang tadinya lemot bisa kembali digunakan untuk produktivitas harian dengan sistem operasi yang jauh lebih ringan.
Kolaborasi Strategis untuk Lingkungan
Dalam merilis USB Kit ini, Google menggandeng Back Market, perusahaan yang fokus pada perangkat rekondisi, dengan visi utama yang lebih menitikberatkan pada keberlanjutan lingkungan daripada sekadar keuntungan perangkat keras.
Inisiatif ini muncul dari keinginan untuk memastikan bahwa perangkat yang masih berfungsi secara fisik tidak berakhir di tempat sampah hanya karena kendala perangkat lunak.
Secara teknis, ChromeOS Flex memang dirancang untuk bekerja pada hardware lama.
Dengan memindahkan beban komputasi ke sistem berbasis cloud, laptop dengan RAM kecil sekalipun bisa menjalankan browser Chrome, aplikasi perkantoran, hingga meeting online dengan lancar tanpa hambatan berarti.
Sumber: