Ada Perang Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Stok BBM Lebaran Aman
STABILITAS. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengunjungi Kilang Balongan untuk memastikan stok BBM. FOTO: TARDIARTO AZZA--
INDRAMAYU - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG, hingga minyak mentah (crude oil) dipastikan pemerintah dalam kondisi aman dan tercukupi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) 2026. Masyarakat pun diimbau untuk tidak panic buying atau khawatir akan kelangkaan energi di tengah beredarnya beragam isu.
Hal itu ditegaskan Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) bersama PT Pertamina (Persero).
Saat mengunjungi Kilang Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Kamis (12/3/2026), Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa kebutuhan energi untuk periode masa mudik dan Lebaran Idulfitri tahun ini akan terjamin sepenuhnya.
"Untuk Rafi ini dan tadi kami juga sudah dapat laporan dari Pertamina bahwa kondisi sampai dengan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan kita baik itu untuk BBM, LPG, crude, layanan, semuanya dapat tersedia dengan baik," jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran mudik dan mobilitas masyarakat selama periode Rafi, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai inovasi dan layanan tambahan. Di antaranya membangun posko dengan beragam fasilitas layanan ekstra yang tidak ada di hari biasanya, seperti mengerahkan armada motoris untuk menembus kemacetan dan penambahan fasilitas-fasilitas lain.
Saat ini, lanjut Laode, pemerintah tengah memfokuskan perhatian pada ketersediaan pasokan energi pasca lebaran nanti. "Jadi, untuk sekarang yang kami pikirkan lebih kepada next-nya. Nah, yang next-nya ini yang menjadi fokus kita saat ini karena kita kalau untuk kondisi sampai dengan Rafi, itu sudah tercover," ungkapnya.
Adapun fokus perhatian yang dimaksud adalah untuk antisipasi dampak dari konflik di Timur Tengah, Laode memperkirakan, dampak tersebut baru akan terasa pada bulan April mendatang.
Meski demikian, pemerintah telah mengambil langkah-langkah preventif untuk menjaga stabilitas stok energi nasional. Pihaknya juga memastikan, pemerintah belum ada rencana untuk menaikkan harga BBM dalam waktu dekat.
Sebagai langkah preventif menjaga stabilitas stok energi nasional, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. "Kita melakukan inovasi-inovasi, di antaranya dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan," terangnya.
Kedatangan Laode ke Kilang Pertamina RU VI Balongan tersebut menjadi salah satu langkah upaya untuk memastikan ketersediaan BBM. Bahkan menurutnya, keberadaan kilang yang dibangun tahun 1994 tersebut mempunyai peran strategis dalam menjamin ketersediaan energi dalam negeri.
Untuk diketahui, Kilang Balongan memiliki kapasitas awal 125 ribu barel per hari. Kilang ini juga menjadi salah satu kilang tercanggih yang ada di Indonesia.
Kecanggihan Kilang Balongan dibuktikan dengan tingginya nilai Nelson Complexity Index (NCI) yang mencapai angka 11,9. "Jadi yang disebut canggih apabila kilang tersebut NCI-nya tinggi dan ada unit yang menghasilkan produk petrochemical, nah ini salah satunya menghasilkan propilen, itu disebut unit petrochemical," sebut dia.
Disampaikan, produk BBM dari Kilang Balongan ini dikirim melalui pipeline atau pipa yang langsung ke Depo Plumpang. "Posisinya sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan BBM di wilayah Jawa bagian barat sampai dengan DKI Jakarta, seperti itu 15 hari pasokan cukup," tandasnya. (tar)
Sumber: