Fenomena Langit April 2026: Ada Pink Moon hingga Hujan Meteor

Fenomena Langit April 2026: Ada Pink Moon hingga Hujan Meteor

Fenomena Langit April 2026. Foto: Pinterest/Rakyatcirebon.disway.id--

BACA JUGA:Piala Dunia FIFA 2026: Daftar Negara yang Lolos dan Kapan Jadwal Pertandingan Dimulai?

Ini adalah momen langka di mana Merkurius berada pada jarak sudut terjauh dari Matahari jika dilihat dari Bumi.

Mengapa ini penting? Karena biasanya Merkurius sangat sulit terlihat akibat silau cahaya matahari.

Pada tanggal 3 April pagi, Anda bisa melihat titik cahaya kecil yang stabil di ufuk timur sebelum matahari terbit. Gunakan bantuan binokular untuk hasil yang lebih jelas.

3. Parade Planet: Merkurius, Mars, dan Saturnus (18–20 April 2026)

Fenomena yang satu ini akan sangat menarik bagi para fotografer lanskap.

BACA JUGA:Hanya 4 Hari! Promo Superindo 30 Maret - 2 April 2026 Tawarkan Harga Spesial Buah dan Daging Segar

Antara tanggal 18 hingga 20 April, tiga planet tetangga kita Merkurius, Mars, dan Saturnus akan tampak berbaris sejajar di langit timur sesaat sebelum fajar menyingsing.

Ketiganya akan membentuk formasi garis yang unik di atas cakrawala.

Pemandangan paling estetik diprediksi terjadi pada pagi hari tanggal 19 April, di mana posisi ketiganya terlihat paling rapat.

4. Konjungsi Bulan, Venus, dan Pleiades (18–19 April 2026)

Jika di pagi hari ada parade planet, maka di sore hari setelah matahari terbenam, langit barat akan menyuguhkan pemandangan yang tak kalah cantik.

Bulan sabit muda yang tipis akan tampak berdekatan dengan planet Venus yang sangat terang dan gugusan bintang Pleiades (Tujuh Bersaudara).

Fenomena konjungsi ini menciptakan komposisi visual yang sangat dramatis untuk diabadikan dengan kamera ponsel sekalipun.

5. Puncak Hujan Meteor Lyrid (22–23 April 2026)

Sebagai penutup rangkaian fenomena besar, Hujan Meteor Lyrid akan mencapai puncaknya pada malam 22 April hingga dini hari 23 April.

Hujan meteor ini berasal dari sisa-sisa debu Komet Thatcher (C/1861 G1).

Berita baiknya, pada tahun 2026, puncak Lyrid terjadi saat bulan berada pada fase sabit awal, sehingga langit akan cukup gelap untuk melihat meteor-meteor yang melesat.

Sumber: