Rencana Akuisisi Arsip Subardi dan Agus Alwafier Didukung Walikota

Rencana Akuisisi Arsip Subardi dan Agus Alwafier Didukung Walikota

PERSIAPAN. Bidang Pengelolaan Arsip Dispusip Kota Cirebon bersiap lakukan langkah lanjutan serap arsip pribadi tokoh Kota Cirebon.--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Rencana Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon menelusuri arsip sejumlah tokoh Kota Cirebon mendapat dukungan Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH. 

Kepala Dispusip dan Kepala Bidang Pengelolaan Arsip telah berkomunikasi dengan walikota dan mendapat respon positif. Bahkan, walikota ingin penelusuran arsip dilakukan serius. 

Kepala Bidang Pengelolaan Arsip, Titin Suhartini didampingi Kasie Pengelolaan Arsip Dinamis Dispusip, M Samsudin menjelaskan, progres penelusuran arsip tokoh Kota Cirebon terus berlanjut. 

Dalam waktu dekat ada dua tokoh yang bakal diserap arsipnya sekaligus menjalani sesi wawancara. Yakni Mantan Walikota Cirebon Subardi dan Mantan Wakil Walikota Agus Alwafier.

Dispusip bakal berkirim surat ke Subardi dan keluarga Agus Alwafier. "Setelah lebaran kita akan mengirim surat ke Pak Subardi dan keluarga almarhum Pak Agus Alwafier untuk akuisisi arsip ini," katanya.

Dia menjelaskan, wacana ini sudah mendapat restu dari Walikota dan Wakil Walikota Cirebon. Pasalnya, kegiatan penelusuran arsip para tokoh Kota Cirebon bagian dari merapihkan sejarah Kota Cirebon dari masa ke masa.

“Mereka para kepala daerah ini adalah tokoh yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kota Cirebon. Depo Arsip bertugas menyusun itu supaya generasi selanjutnya mengetahui tentang sejarah Kota Cirebon dari masa ke masa,” kata pria yang akrab disapa Otong ini.

Proses akuisisi arsip ini merupakan bagian dari upaya Depo Arsip mempersiapkan ulang tahun arsip pada 18 Mei mendatang. Rencananya, data dan arsip yang sudah terkumpul, disusun kemudian dijadikan buku dan menjadi koleksi arsip Kota Cirebon.

“Nanti saat ulang tahun, arsip hasil dari akuisisi arsip ini diserahkan ke pajabat yang bersangkutan atau keluarganya,” jelas Otong.

Dalam program ini, Depo Arsip menggandeng sejumlah unsur. Yakni sejarawan, akademisi sejarah, arsiparis hingga pejabat teknis lainnya dari Dispusip. Proses investigasi bakal dilakukan secara holistik.

“Investigasinya menyeluruh. Misalnya ada pejabat yang sudah meninggal itu ditelusuri riwayat sakitnya sampai pernah dirawat di mana saja,” kata dia.

Namun profil pejabat yang akan ditampilkan secara luas ialah perihal kiprahnya dalam membangun Kota Cirebon. “Yang ditampilkan adalah karyanya. Misalnya membangun Kota Cirebon,” tandasnya. (wan)

Sumber: