Yamaha_detail

Supaya Sehat, Sapi Qurban Diberi Ramuan Tradisional

Supaya Sehat, Sapi Qurban Diberi Ramuan Tradisional

RAMUAN TRADISIONAL. H Idun menunjukkan sapi-sapi sehatnya yang sedang rebahan karena diberikan perawatan khusus untuk sapi-sapinya dengan memberikan ramuan jamu tradisional agar terhindar dari wabah PMK.--

RAKYATCIREBON.IDKUNINGAN - Berbagai cara dilakukan para pengusaha ternak sapi potong di Kabupaten Kuningan untuk menjaga kesehatan sapi-sapi mereka agar tidak terserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Salah satunya dengan memberikan ramuan jamu tradisional kepada sapi-sapi mereka agar tetap sehat dan memenuhi syarat untuk qurban pada Hari Raya Idul Adha yang tinggal menghitung hari.

Seperti dilakukan H Idun Wijaya, peternak sapi di Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, sudah menerapkan pemberian jamu untuk sapi-sapi peliharaannya begitu mendengar berita tentang merebaknya wabah PMK. Setiap hari, selain memberikan pakan rumput yang sehat dan pembersihan kandang secara rutin, dia juga memberikan sapi-sapinya minum jamu sebagai tambahan suplemen untuk menjaga imun tubuhnya.
"Ini resep turun temurun, kalau ingin sapi selalu sehat dan terbebas dari penyakit agar diberi jamu minimal sehari sekali. Hanya ramuan jahe, kunyit dan lada atau sahang ditambah madu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi agar kuat dari serangan penyakit," ujar H Idun kepada Radar, kemarin.
Dengan menerapkan cara ini, kata H Idun, ternyata cukup efektif menjaga sapi-sapi ternaknya tetap sehat dan bugar. Hingga saat ini, kata dia, tidak ada sapi-sapinya yang terkena penyakit. "Alhamdulillah sampai saat ini sapi-sapi saya masih sehat. Insya Allah siap dan memenuhi syarat untuk qurban Hari Raya Idul Adha nanti," ujar Idun.
Di kandang miliknya, Idun mengaku mempunyai stok sapi qurban sebanyak 19 ekor saja. Jumlah tersebut, kata Idun mengalami penurunan dibanding musim Lebaran Haji tahun biasanya sebelum wabah PMK menyerang yang bisa menyediakan hingga 50 ekor sapi qurban.
"Sekarang saya hanya menjual sapi lokal atau biasa disebut sapi kacang. Karena saya tidak mau ambil risiko membeli sapi dari luar karena khawatir wabah PMK. Tidak apa=apa sapi lokal, yang penting sehat dan masuk syarat qurban," ungkap Idun.
Mengenai harganya, Idun mengaku, hingga saat ini masih normal sekalipun Idul Adha tinggal tiga pekan. Yakni di kisaran Rp 21 juta hingga 23 juta saja tergantung kondisi dan postur tubuh sapi qurban.
"Biasanya sejak satu bulan jelang Idul Adha harga sapi qurban sudah naik. Tapi karena sekarang ada PMK, harga sapi qurban belum kita naikkan. Yang pasti, saat ini kami terus mengupayakan agar sapi-sapi tersebut tetap sehat dengan melakukan berbagai cara supaya tidak kena penyakit dan masuk syarat qurban. Tidak menutup kemungkinan sudah dekat Lebaran nanti harganya bisa naik," ujar Idun. (fik)

Sumber: