Gandeng Puskesmas, PT KAI Buka Pelayanan Pemeriksaan TBC di Stasiun Cirebon

Gandeng Puskesmas, PT KAI Buka Pelayanan Pemeriksaan TBC di Stasiun Cirebon

PEMERIKSAAN TBC. PT KAI Daop 3 Cirebon menggandeng UPT Puskesmas Nelayan membuka pelayanan pemeriksaan TBC untuk pegawai, hingga para penumpang di Stasiun Kejaksan, Cirebon. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - PT KAI ikut berpartisipasi menyukseskan program pemerintah dalam penanganan penyebaran penyakit Tuberkolosis, atau dikenal dengan TBC di lingkungan masyarakat, khususnya di Kota Cirebon.

PT KAI Daop 3 Cirebon bekerja sama dengan UPT Puskesmas Nelayan membuka pos pelayanan skrining dan deteksi dini penyakit Tuberculosis (TBC) kepada pegawai di lingkungan PT KAI.

Bahkan tak hanya pegawai di internal PT KAI, para porter sampai para penumpang kereta api dan masyarakat di sekitar Stasiun Kejaksan Cirebon pun menjadi sasaran, dan diberikan pelayanan pemeriksaan secara gratis.

Sebagaimana diketahui, penyakit Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan karena adanya kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan. TBC sendiri merupakan penyakit infeksi yang menular dan juga dapat menyerang organ tubuh, terutama paru-paru.

Untuk diketahui, penyakit Tuberkulosis (TBC) ini menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia kedua setelah HIV, sehingga TBC harus ditangani dengan serius.

Bahkan, berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), di Indonesia kasus TBC mencapai angka 1.000.000 kasus, dan jumlah kematian akibat penyakit Tuberkulosis diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto mengatakan bahwa pelayanan pemeriksaan yang dibuka pihaknya kemarin merupakan bagian dari program Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC yang digagas pemerintah, dan pendanaannya dibantu oleh pihak USAID.

Pada pelayanan kemarin, pihak PT KAI melibatkan UPT Puskesmas Nelayan, dimana enam orang tenaga kesehatan diturunkan untuk melayani para peserta skrining di Stasiun Cirebon.

"Ada sekitar 200 orang yang kita layani pada pos pelayanan ini," ungkap Suprapto.

Melalui program TOSS TBC, lanjut Suprapto, pemerintah melakukan intervensi dengan beberapa pedekatan, diantaranya adalah menemukan, mediagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, dengan tujuan akhir untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat.

Secara garis besar, dijelaskan Suprapto, langkah-langkah TOSS TBC ini terbagi tiga tahapan, pertama, temukan gejala di masyarakat, kedua, obati TBC dengan tepat dan cepat, dan ketiga, pantau pengobatan TBC sampai sembuh.

Dengan kegiatan dan partisipasi yang diberikan oleh PT KAI, diharapkan Suprapto, bisa menjadi penyemangat untuk berbagai stakeholder agar ikut peduli dan mendukung program TOSS TBC ini.

"Semoga dengan keperdulian dan kerjasama dari seluruh stake holders, kita bisa mewujudkan mobilitas di transportasi kereta api yang Sehat, Aman, Nyaman dan Cepat. Sehingga melalui kelancaran mobilitas transportasi kereta api tersebut, kita bisa meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan pembangunan di masa yang akan datang," imbuh Suprapto. (sep)

Sumber: