Yamaha_detail

Jelang Idul Adha, Harga Cabe Merah dan Daging Ayam Melonjak Tajam

Jelang Idul Adha, Harga Cabe Merah dan Daging Ayam Melonjak Tajam

INSPEKSI. Kapolres Majalengka dan Kadis Perdagangan dan Perindustrian memonitor ketersedian dan harga bahan pokok di beberapa pasar, Selasa (21/6).--

RAKYATCIREBON.IDMAJALENGKA - Harga sejumlah bahan pangan dan sembako di Majalengka naik menjelang Idul Adha. Data tersebut berdasarkan hasil temuan Polres Majalengka bersama Pemkab Majalengka saat inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional, Selasa (21/6).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga bahan pokok saat perayaan hari raya kurban tersebut. Hasilnya, ada sejumlah bahan pangan yang ditemukan harganya melambung tinggi.

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan harga menjelang Idul Adha. Seperti cabai merah, cabai keriting, bawang merah, tomat, kol maupun telur.

Dari hasil pengecekan tersebut, pihaknya mendapati ada beberapa komoditas bahan pokok yang harganya naik. Seperti cabai merah dari harga Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp80 ribu. Lalu tomat Rp8 ribu menjadi Rp 16 ribu per kilogram.

“Ada juga kol dari Rp10 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram dan telur ayam dari Rp24 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram,” ujar Edwin didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Majalengka, Aeron Randi di Pasar Kadipaten Majalengka, Selasa (21/6).

Pihaknya juga mengagendakan melakukan pengecekan kepada distributor atau supplier yang menerima barang sebelum sampai di pasar.

“Kita akan menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke supplier atau distributor sebelum sampai pasar. Mudah-mudahan dengan tindak lanjut ini dapat membuat harga kembali stabil,” ucapnya.

Edwin menyebut kenaikan sejumlah bahan pangan terjadi akibat suplai barang yang kurang dari petani di daerah. Dari pengakuan para pedagang, banyak dari mereka yang terpaksa mengambil barang dari luar daerah.

“Kebanyakan kenaikan disebabkan oleh faktor penyuplaian yang berkurang, sehingga para pedagang harus mencari suplaian lain dari luar daerah Majalengka. Kita tetap melakukan pengecekan ketersediaan barang, mudah-mudahan tidak terjadi kelangkaan dan harga kembali stabil seperti semula,” jelas dia.

Sementara untuk harga daging ayam maupun sapi, Edwin menyebut justru stabil. Sehingga dia memastikan belum ada dampak signifikan dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Majalengka.

“Sampai saat ini, Alhamdulillah Majalengka aman dari PMK. Meski kemarin sempat ada beberapa hewan yang suspek, namun kini sudah sembuh,” katanya. (hsn)

Sumber: