Bingung, Mau Buang Sampah Kemana?

Bingung, Mau Buang Sampah Kemana?

PEDULI. Pemuda Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu ikut mengatasi permasalahan sampah. Mereka juga membentuk kelompok swadaya pengelola sampah di Desa Majasih.--

RAKYATCIREBON.ID, INDRAMAYU–Para pemuda di Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu secara sukarela mengatasi permasalahan sampah. Mereka menganggap plang larangan membuang sampah tidak efektif.

Salah satu pemuda penggerak, Iman mengatakan, permasalahan sampah memang terjadi dimana-mana. Apalagi, di pedesaan yang jauh dari jangkauan truk pengangkut sampah milik pemerintah daerah. 

Seperti halnya yang terjadi di Desa Majasih. Banyaknya sampah yang menumpuk di berbagai tempat membuat pemandangan terlihat tidak indah. Bahkan, menimbulkan lingkungan tidak sehat. 

Padahal, kata dia, pemerintah desa setempat telah memasang banyak spanduk yang berisi imbauan untuk tidak membuang sampah.

Dia menuturkan, aksi membersihkan sampah berawal dari banyak warga yang tidak mengindahkan plang larangan buang sampah sembarangan.

Sehingga, para pemuda berinisiatif untuk mengelola sampah di desa. Dalam hal ini para pemuda menganggap sangat perlu adanya solusi.

Sehingga, lanjutnya, ketika ada larangan membuang sampah di tempat tertentu. Seharusnya, ada tempat yang disediakan. 

“Kalau dilarang buang sampah di sini, masyarakat harus buang di mana? Pemerintah desa yang memasang larangan seharusnya menyediakan solusinya,” kata Iman, Senin (4/7).

Berawal dari kondisi tersebut, sejak awal Januari 2022 para pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi. Seperti Ikatan Remaja Masjid (Irmas), Slankers, dan komunitas lainnya, membentuk kelompok swadaya pengelola sampah yang diberi nama Resik Bersih dan memulai upaya pengelolaan sampah di Desa Majasih.

Menuurtnya, Resik Bersih menawarkan solusi penanganan sampah dengan pengurangan sampah dari sumbernya. Terutama sampah rumah tangga, melalui jasa angkut sampah dan bank sampah. Jasa angkut sampah ini tidak hanya dilakukan siang hari, juga pada malam hari.

Sekretaris Resik Bersih, Iis Iswanto menjelaskan, melalui bank sampah secara tidak langsung dapat mengedukasi warga untuk meningkatkan kesadaran dalam memilah serta mendaur ulang sampah. 

Adapun proses pengolahan sampah yang dilakukan pihaknya saat ini adalah dengan memilah sampah menjadi sampah organik dan sampah non organik.

“Resik Bersih saat ini hanya mampu mengolah dan mendaur ulang 10 persen sampah yang terkumpul. Sedangkan sisanya diangkut ke TPA sampah. Ini karena Resik Bersih belum mempunyai infrastruktur pengolahan sampah yang memadai,” ungkap dia.

Dia juga menuturkan, sampah organik diolah secara biologis. Sedangkan, sampah non organik didaur ulang agar bernilai ekonomis atau dikelola melalui bank sampah. 

Sumber: