Masih Due Utang, Suporter PSGJ Bikin Gerakan Mosi Tidak Percaya Kepada Managemen

Masih Due Utang, Suporter PSGJ Bikin Gerakan Mosi Tidak Percaya Kepada Managemen

Suporter PSGJ melakukan mosi tidak percaya kepada managemen PSGJ Cirebon.--

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON - Dua kelompok suporter PS Gunung Jati (PSGJ) membuat gerakan mosi tidak percaya terhadap managemen PSGJ. Alasannya karena masih memiliki hutang kepada pemain senior saat kompetisi liga 3 dan liga 2.

Kemarin (4/3), mereka pun menggelar aksi mosi tidak percaya dengan membentangkan spanduk berukuran jumbo di Stadion Rangga Jati, Sumber.

Di dalam spanduk itu, bertuliskan #Mositidakpercaya Kepada Manajemen. Lengkap dengan tandatangan para supporter yang mereka bubuhkan dalam spanduk.

"Jumlah gaji pemain yang belum dibayar pihak management sekitar Rp50 juta, dan pemain yang belum dibayar itu hampir 13 orang yang semuanya merupakan pemain lokal termasuk striker utama Dea Wahyudi," kata Plt Ketua umum Pasoegati, Abdurrochman.

Omen juga mengatakan, sejauh ini pihak management PSGJ hanya berjanji namun tidak ada realisasi dalam penyelesaian pembayaran kewajiban kepada para pemain.

Pihaknya akan berupaya membantu para pemain mendapatkan haknya. Namun sejauh ini dirinya mengaku belum mengetahui ada tidaknya perjanjian antara pemain dan pihak management.

"Kalau memang ada kontrak yang terkait itu (pembayaran) kami akan berusaha untuk membantu semaksimal mungkin, karena permasalahan ini (gaji.red) merupakan masalah yang fatal," katanya.

Senada dengan Omen, ketua Corva Nord Boys (CNB) Dwi Darmaji juga sangat menyayangkan sikap management PSGJ yang tidak tepat dalam memberikan gaji kepada pemain.

"Tidak hanya gaji, menurut kami janji manis management PSGJ kepada kami suporter semuanya nol besar, contohnya management mau membawa PSGJ sebagai juara liga 3 seri 2 namun kenyataannya hanya ada di runner-up," tandasnya.

Dwi juga meminta kepada pihak management PSGJ untuk segera melunasi kewajibannya kepada para pemain. Kalau hal ini tidak segera direalisasikan oleh pihak management dikhawatirkan citra PSGJ dimata masyarakat Kabupaten Cirebon akan lebih buruk lagi.

Saat dihubungi kapten PSGJ pada liga 3 seri 2, Desa Wahyudi membenarkan kalau dirinya beserta beberapa teman yang lainnya belum dibayar sepenuhnya oleh pihak management setelah berakhirnya pentas liga 3 seri 2 kemarin.

"Benar kami khususnya pemain lokal belum sepenuhnya menerima hak kami, kalau secara persentase kami baru menerima sekitar 25 persen dari nilai kontrak yang dijanjikan," tukasnya.

Sebagai informasi PSGJ adalah salah satu klub yang berbasis di Kabupaten Cirebon. Klub yang lahir sejak tahun 1962 ini saat ini berhasil naik kasta ke seri 1 setelah pada musim kompetisi 2022 berhasil finis di posisi Runner up, setelah di babak final dikalahkan saudara kandung yakni Al Jabbar FC dengan skor tipis 0-1.

Keberhasilan PSGJ kembali naik kasta ke liga 3 seri 1 ternyata menyisakan sejumlah persoalan yang belum dipenuhi oleh pihak management kepada para pemain. Khususnya pemain lokal yang berhasil membawa klub kebanggaan warga Kabupaten Cirebon ini kembali merumput di seri 1. (zen)

Sumber: