Duta Baca Masuk Sekolah, Dorong Budaya Literasi Sejak Dini di Cirebon
NYIMAK. Ratusan pelajar SMPN 1 Dukupuntang serius menyimak saat Duta Baca Indonesia memotivasi agar pelajar gemar membaca sejak dini. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Budaya literasi di kalangan generasi muda terus digenjot. Lewat program "Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah". Berlangsung di SMPN 1 Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Dihadiri langsung oleh Duta Baca Indonesia dengan melibatkan ratusan pelajar sebagai peserta.
Program ini merupakan inisiatif Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon. Menggandeng tokoh literasi nasional sebagai bentuk perhatian serius terhadap pengembangan literasi di daerah.
"Sebanyak 500 siswa dalam sesi edukasi literasi dan minat baca, serta 70 siswa dalam pelatihan kepenulisan cerpen populer," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon, Mohamad Fery Afrudin SSTp.
Fery menyampaikan rasa bangganya atas kehadiran Duta Baca Indonesia di tengah para pelajar. Menurutnya, tokoh literasi nasional dapat menjadi inspirasi langsung yang membekas dalam benak generasi muda.
“Kami merasa sangat terhormat dan berbahagia atas kehadiran Duta Baca Indonesia. Ini adalah bentuk perhatian luar biasa terhadap pengembangan literasi di Cirebon. Kehadirannya memberi semangat baru bagi anak-anak agar mencintai membaca dan menulis,” ungkap Fery.
Lebih jauh, Fery menegaskan bahwa perpustakaan daerah kini bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku. Melainkan telah berkembang menjadi pusat belajar masyarakat yang terbuka, dinamis, dan inklusif.
Mantan Kadisdamkar dan Penyelamatan itu menyebut perpustakaan sebagai ruang harapan, ruang tumbuh, dan ruang bergerak bagi siapa saja yang ingin maju melalui budaya baca. Program "Duta Baca Masuk Sekolah" ini menjadi jembatan strategis antara dunia pendidikan dan perpustakaan.
Dalam era informasi yang terus berkembang, anak-anak didorong untuk tidak hanya mencintai buku cetak, tetapi juga memanfaatkan sumber literasi digital yang tersedia di perpustakaan.
“Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi sekolah untuk menjalin sinergi dengan perpustakaan daerah. Mari kita jadikan perpustakaan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang aktif,” ujarnya.
Dengan mengusung tagline “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”, kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali semangat membaca dan menulis di kalangan pelajar, serta menumbuhkan generasi literat yang cerdas, berpengetahuan, dan berkarakter.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang literat. Literasi bukan hanya alat untuk belajar, tetapi fondasi membangun peradaban,” pungkas Fery.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari siswa-siswi yang hadir. Mereka tidak hanya diajak untuk mencintai bacaan, tetapi juga dilatih menyalurkan ide dan imajinasi melalui karya tulis seperti cerpen populer.
"Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Cirebon," tukasnya. (zen)
Sumber: