KKN 48 UIN SSC Wujudkan Digitalisasi Wisata Sejarah, Seni, dan Budaya di Desa Mertasinga

KKN 48 UIN SSC Wujudkan Digitalisasi Wisata Sejarah, Seni, dan Budaya di Desa Mertasinga

--

CIREBON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 48 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati (UIN SSC) telah meluncurkan program Digitalisasi Wisata Sejarah, Seni, dan Budaya di Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.

Program ini merupakan bagian dari tema besar pengabdian tahun 2025, yaitu Pendampingan Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif. Pelaksanaan dimulai sejak minggu kedua masa pengabdian dengan melakukan observasi kepada setiap kuncen dan tokoh kesenian untuk menggali sejarah serta budaya secara langsung.

Narasi yang telah dihimpun kemudian divalidasi oleh Tetua Adat Desa Mertasinga yaitu Mama Elang Panji Jaya Prawira Kusuma kemudian dipublikasikan melalui website sederhana serta dilengkapi dengan barcode (QR Code) di setiap situs yang terdapat di Desa Mertasinga. Dengan adanya barcode yang ditempel di setiap situs Desa Mertasinga, wisatawan dapat mengakses informasi sejarah secara cepat, akurat, dan modern hanya melalui ponsel.

Program ini secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat dalam acara Lomba Tari Topeng Samba dan Kelana di Sanggar Seni Kencana Ungu Pada tanggal 16 Agustus 2025. Momen tersebut menjadi peluncuran perdana Digitalisasi Wisata Sejarah, Seni, dan Budaya. 

Dosen Pembimbing Lapangan KKN 48 UIN SSC, Bapak Syaeful Badar, MA menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi mahasiswa. Beliau menuturkan, “Digitalisasi Wisata Sejarah, Seni, dan Budaya yang dilakukan oleh KKN 48 UIN SSC merupakan yang pertama kali di Cirebon. Langkah ini patut diapresiasi karena mampu memadukan kekayaan sejarah, seni dan budaya dengan pemanfaatan teknologi modrn secara efektif.”

Dengan adanya program ini, Desa Mertasinga diharapkan semakin dikenal sebagai Desa Adat yang kaya akan wisata sejarah, dan budaya sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan relavan di era digital. (rls)

Sumber: